MATRASNEWS, BEKASI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi mengembangkan budidaya ayam petelur sebagai bagian dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) dan juga Asta Cita Presiden Prabowo menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan bangsa.
Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan di lingkungan pemasyarakatan, terangnya, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Lanjut Dedy, untuk mendukung program ketahanan pangan, Lapas Bekasi membudidayakan 1.000 ekor ayam petelur. Ayam dibeli pada usia 16 hingga 18 minggu agar segera memasuki masa produksi. Hasil telur dimanfaatkan sepenuhnya untuk konsumsi internal guna memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, paparnya kepada matrasnews.com.
“Selain peternakan, lapas juga mengembangkan program kemandirian lain melalui produksi mie ayam dan keripik tempe yang telah memiliki pasar tersendiri serta dipasarkan melalui media sosial, pungkasnya.
Seperti diketahui, Saat ini Lapas Bekasi memiliki kapasitas hunian 1.800 orang dengan jumlah warga binaan sekitar 1.400 orang.











