Pianis Uruguay Suguhkan Karya Ananda Sukarlan, Wadah Diplomasi Artistik Indonesia-Uruguay
MATRASNEWS, JAKARTA — Kedutaan Besar Uruguay memfasilitasi kunjungan pianis Mariana Airaudo ke Indonesia pada pertengahan Agustus 2026. Setibanya di Jakarta (14/8), ia langsung bertolak ke Yogyakarta untuk memberikan masterclass selama tiga hari kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI), yang diakhiri dengan konser bersama.
Airaudo kembali ke Jakarta dan tampil di Auditorium Gedung Yamaha Music Center (21/8) bersama soprano Ratnaganadi Paramita, pemenang Ananda Sukarlan Award 2025. Repertoar yang dimainkan mencakup karya komponis Uruguay seperti Beatriz Lockhart, César Cortinas, Eduardo Fabini, Carlos Giucci, Gerardo Matos Rodríguez, serta komponis aktif Agustín Urbina dan Carlos Weiske. Ia menutup konser dengan karya Astor Piazzolla.
Keistimewaan konser ini terletak pada pemutaran perdana karya komponis Ananda Sukarlan berjudul Three Uruguayan Poems, yang dipesan khusus oleh Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzalez. Inisiatif ini menjadi wujud diplomasi artistik melalui musik.
Ananda Sukarlan menggubah tiga puisi karya penyair Uruguay Mario Benedetti dan Juana de Ibarbourou. Dua puisi pilihan Ibarbourou Angustia (Kepedihan) dan Te Doy Mi Alma Desnuda (Aku persembahkan jiwaku, telanjang) dipadukan dengan puisi Benedetti Hombre que Mira Su País desde el Exilio (Seseorang yang mengamati tanah airnya dari tanah pengasingan). Karya ini menjadi pengalaman pertama Ananda menggarap puisi berbahasa Uruguay yang memiliki dialek berbeda dari Spanyol pada umumnya.
“Proyek ini menuntut kemampuan artistik tinggi, khususnya dalam menguasai fonetik khas serta nuansa semantik teks berbahasa Uruguay,” tulis Ananda dalam buku program.
Ananda juga menggubah ulang lagu lamanya berjudul Sepanjang Prawirotaman yang diangkat dari puisi Kurnia Effendi. Karya ini dimaksudkan sebagai pertukaran lintas budaya, mengingat Airaudo akan menampilkannya di Yogyakarta bersama mahasiswa vokal ISI.











Komentar ditutup.