Menu

Mode Gelap
Gubernur DKI dan Ketum PMI Turun Langsung Bersih-bersih di Cipinang Melayu Mengenal Lebih Deket Chef William Wongso di Aryaduta Menteng Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang Harper Cikarang Sukses Gelar Wedding Open House Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Musik Indonesia–Korea Selatan

News

Menkeu Purbaya Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

badge-check


					Menkeu Purbaya Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keyakinannya terhadap ketahanan dan prospek perekonomian nasional, meskipun ketidakpastian global masih membayangi. Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia yang bertumpu pada permintaan dalam negeri menjadi tameng utama dari gejolak eksternal.

“Kalau kita 90 persen domestic demand, global hanya sekitar 10 persen atau maksimal 15–20 persen. Selama permintaan domestik kuat, seharusnya tidak ada masalah,” tegas Menkeu Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1).

Ia menilai volatilitas global saat ini relatif rendah, meski ruang peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia masih terbatas. Namun, faktor eksternal bukan penentu utama kinerja ekonomi Indonesia.

Fondasi Domestik yang Solid
Dari sisi domestik, fundamental ekonomi dinilai cukup kokoh. Inflasi terkendali rendah di angka 2,9 persen, dengan inflasi inti 2,3 persen. Menkeu menyebut, jika komponen harga emas dikecualikan, inflasi bahkan diperkirakan hanya 1,5 persen.

“Artinya, permintaan masih relatif rendah dan belum terlihat tekanan inflasi inti. Dengan kondisi ini, saya melihat ruang untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat tanpa khawatir akan kenaikan suku bunga yang signifikan,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa triwulan terakhir konsisten berada di kisaran 5,0 hingga 5,4 persen. Pemerintah melihat masih ada peluang untuk meningkatkan laju pertumbuhan tersebut tanpa memicu tekanan inflasi baru.

Strategi Jangka Panjang
Untuk mendorong aktivitas ekonomi dan investasi, pemerintah fokus pada strategi debottlenecking melalui forum lintas kementerian guna menyelesaikan hambatan usaha secara cepat dan terukur.

Optimisme ini juga ditopang oleh perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan cukai, serta pengendalian defisit anggaran.

Menutup pernyataannya, Menkeu Purbaya menyampaikan pesan optimis kepada pelaku pasar. “Saya optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar saham tahun ini. Jangan menunggu terlalu lama untuk berinvestasi atau memperluas ekspansi bisnis,” pungkasnya.

Dengan fondasi permintaan domestik yang kuat dan inflasi yang terjaga, pemerintah yakin ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan tangguh menghadapi dinamika global.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Gubernur DKI dan Ketum PMI Turun Langsung Bersih-bersih di Cipinang Melayu

9 Februari 2026 - 14:59 WIB

Screenshot 20260209 142958 copy 1080x691

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

7 Februari 2026 - 01:47 WIB

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

7 Februari 2026 - 01:39 WIB

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

Dugaan Pungli Terstruktur Warnai SMAN 4 Kota Bekasi

6 Februari 2026 - 22:50 WIB

IMG 20260206 WA0026

Waduh, Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi, Ini Kata Purbaya

6 Februari 2026 - 00:52 WIB

Waduh Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi Ini Kata Purbaya 1
Trending di News
error: Matras News