MATRASNEWS, KOTA BATU — Museum Angkut menempati lahan hampir empat hektare di Kota Batu, Jawa Timur. Menteri Pariwisata saat itu, Arief Yahya, meresmikan museum ini pada 9 Maret 2014.
Lebih dari 300 koleksi kendaraan darat, laut, dan udara tersimpan di dalamnya. Kendaraan-kendaraan tersebut tersebar dalam berbagai zona tematik: Zona Edukasi, Zona Pecinan, Zona Inggris, Zona Gangster, Zona Perancis, dan Zona Hollywood.
Setiap zona menampilkan unit kendaraan sesuai negara asalnya. Ford model awal didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Mobil Mercy juga hadir di sini.
Kendaraan dari Perancis dan Inggris tergolong sulit diperoleh. Mayoritas koleksi berasal dari Amerika. Model tertua mencakup mobil Amerika tahun 1910. Model terbaru adalah Toyota Yaris cabriolet buatan Toyota Indonesia.
Sekitar 80 hingga 90 persen koleksi masih berfungsi dengan baik. Museum mempertahankan originalitas unit, termasuk bagian yang berkarat. Replika tetap ada, namun diberi keterangan di depan unit.
Museum Angkut mengusung konsep edutainment, yakni edukasi plus entertainment. Show drifting mobil digelar setiap hari pada pukul 15.00 dan 18.30.
Setiap Sabtu pukul 16.30 berlangsung parade mobil. Girls and Guest Show hadir pada pukul 18.30 malam. Tiket reguler dipatok Rp110.000 flat, berlaku baik weekday maupun weekend.
Rombongan minimal 30 orang mendapat diskon 31 plus satu. Pembelian 32 tiket mendapat dua tiket gratis. Wisatawan asing mendapat diskon 20 persen.
Kunjungan wisatawan mengalami kenaikan setiap tahun, baik dari dalam maupun luar negeri. Pengunjung harian mencapai ratusan orang pada hari biasa. Pada akhir pekan, jumlahnya menembus ribuan.
Wisatawan mancanegara terbanyak berasal dari Malaysia, disusul Singapura dan Cina. Komunitas otomotif merespons positif. Hampir setiap hari komunitas berbeda berkunjung ke museum ini.
Sekitar seratus karyawan bekerja di sini, dibantu anak magang. Pemerintah Kota Batu dan Kementerian Pariwisata turut mendukung promosi melalui media sosial.
Perawatan unit dilakukan secara bergilir setiap beberapa bulan sesuai keterbatasan SDM. Tidak semua mobil memiliki aki. Petugas menyalakan unit dengan sistem plug and play. Suku cadang kadang harus diinden hingga berbulan-bulan.
Museum juga memiliki koleksi kendaraan militer seperti Panser Anoa, Panser Saladin, dan Panser Ace. Helikopter Super Puma dan Heli Kopolri dihibahkan dari pusat, sementara satu helikopter lain dibeli dari pihak swasta asal Batu.
Setiap tahun museum menghadirkan wahana, show, dan koleksi baru. Terbaru, Museum Angkut kedatangan Ford GT40 Mk I, mobil juara Le Mans 1964.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.