MATRASNEWS, KOTA BATU — Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batu menempatkan aspek keselamatan sebagai fondasi utama. Hal ini mengemuka dalam diskusi Ngoprek, Ngobrol Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang membahas wisata aman, edukatif, dan berkelanjutan, bertepatan dengan peringatan 25 tahun Jatim Park Group.
Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, Fadjar Hutomo, menegaskan bahwa keselamatan wisatawan kini menjadi program prioritas kementerian. Menurutnya, pariwisata sangat bergantung pada persepsi publik terhadap keamanan suatu daerah, ” ujar Fadjar, Selasa (15/9/2026).
Fadjar menjelaskan, insiden kecelakaan transportasi, bencana alam, hingga wisatawan tenggelam berdampak signifikan terhadap citra destinasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan ekosistem yang mencakup regulasi, implementasi, pengawasan, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Intinya, tourism is not only about beauty, but also safety,” tegasnya.
Dari sisi regulasi, Fadjar merujuk pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Standar Usaha Pariwisata yang mengatur standar operasional secara detail. Ia juga menyoroti Undang-Undang Pencarian dan Pertolongan Nomor 29 Tahun 2014 yang mewajibkan penyedia jasa pariwisata berisiko menyediakan SDM kompeten di bidang pencegahan dan pertolongan.
“Jika terjadi kelalaian yang menghilangkan nyawa, ada sanksi hukum hingga pertanggungjawaban korporasi, bukan hanya sanksi administratif,” jelasnya.
Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengungkapkan bahwa perusahaan menerapkan standar keselamatan ketat bagi karyawan dan pengunjung. Sertifikasi dilakukan bersama Lembaga Sertifikasi Usaha dan kementerian terkait.
“Karyawan kami diberikan pelatihan dan disertifikasi. Kami juga melakukan sertifikasi terhadap kelayakan wahana,” kata Rio.
Jatim Park Group juga mengedepankan konsep edukasi dan konservasi. Di Mega Science Center yang baru dibuka, pengunjung dapat belajar kimia, fisika, biologi, matematika, dan budaya. Area robot yang mampu berperilaku seperti manusia menjadi daya tarik tersendiri.
“Di Jatim Park, semuanya ada pembelajarannya, termasuk wisata berbasis teknologi. Kami terus berusaha melengkapi agar orang yang berekreasi di Kota Batu merasa standar keamanannya sudah menyerupai di luar negeri,” tambahnya.
Ke depan, Jatim Park Group merencanakan pembangunan akuarium bawah laut terbesar di Jawa Timur dengan target pembukaan 2027 atau 2028.
Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, menambahkan bahwa penanganan krisis komunikasi menjadi perhatian serius. “Penanganan krisis PR maksimal dalam 24 jam,” ujarnya.
Pada usia ke-25 tahun, Jatim Park Group bermimpi mendatangkan lebih banyak wisatawan internasional ke Kota Batu.
“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, perlu kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat sekitar, komunitas, dan media,” pungkas Rio.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.