Menu

Mode Gelap
SMARTFREN Luncurkan Rangkaian Promo dan Program Digital Buka Puasa dengan Nuansa Tradisi di Horison Iswara Bekasi Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Masyarakat Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

Bisnis

Nona Rara: Bisnis Batik Milyaran dari dan untuk Komunitas

badge-check


					Nona Rara: Bisnis Batik Milyaran dari dan untuk Komunitas Perbesar

Matras News – Dalam momentum spesial Hari Batik, Nona Rara Batik, merayakan perjalanan transformasinya dari awal yang sederhana, hingga menjadi simbol tradisi dan pemberdayaan di industri batik dengan omset mencapai belasan milyar.

Inti dari brand Nona Rara Batik tercermin dalam prinsip yang dibawanya: “Dari Komunitas untuk Komunitas”.

Tepat 12 tahun lalu, brand rintisan Pipiet Noorastuti, bersama dengan Yosep Dimas dan Atiek Octrina ini lahir dari semangat untuk memberdayakan para pengrajin batik dan penjahit lokal di lingkungan terdekatnya di Solo, Jawa Tengah.

Nona Rara Batik menjadi sosok brand lokal yang masih ‘hijau’, beroperasi dari balik layar Facebook dan sebuah toko kecil di ITC Kuningan.

Kini, Nona Rara Batik berkembang kian pesat dan menjangkau komunitas pengrajin batik yang lebih besar di Cirebon, Pekalongan, Solo, Jogja, Tasik, dan Wonogiren.

Di tengah misi ini, pelestarian dan perayaan teknik batik otentik, khususnya batik tulis dan batik cap, menjadi pokok perhatian sekaligus esensi utama brand Nona Rara Batik yang tak pernah dikesampingkan.

“Baik komunitas pelanggan dan komunitas pengrajin kami sangat merasakan kedalaman Nona Rara Batik. Mereka bukan hanya pelanggan dan pengrajin pada umumnya; mereka juga memahami narasi, akar, dan visi kami.” ungkap Pipiet Noorastuti, pendiri Nona Rara Batik.

Dengan skala bisnis Nona Rara Batik saat ini yang sudah menjadi top-of-mind fashion brand batik, memenuhi tuntutan dari pasar dan konsumen telah menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Meski demikian, Nona Rara Batik tetap setia pada proses pembuatan batik yang tradisional dan otentik demi melestarikan nilai budaya dan kesejahteraan para pengrajinnya, dan enggan untuk menggunakan alternatif lain yang sudah sering terlihat di pasaran saat ini.

“Koneksi yang terjalin antara brand dan komunitas-komunitas ini tak hanya mengubah mereka menjadi pemangku kepentingan dan membuat brand lebih relatable saja.

Namun interaksi tidak langsung yang terjalin di dalamnya juga telah ‘memanusiakan’ brand dan akibatnya, brand pun dapat memberikan impak positif yang nyata dalam hal omset dan pertumbuhan,” tambahnya.

Nilai dan prinsip yang dipegang ini menarik perhatian Hypefast di tahun 2020 untuk ikut berinvestasi dan bergabung menjadi mitra kerja Nona Rara Batik, dan bekerja sama membesarkan bisnis.

CEO & Founder Hypefast, Achmad Alkatiri mengatakan, “Dengan dukungan tim ahli dan ekosistem ritel di Hypefast.

Nona Rara Batik menembus segmen pasar yang lebih luas dengan cara diversifikasi ke produk pria, menambah kanal penjualan offline dan online,serta sekaligus membentuk komunitas yang loyal.

Yang lebih penting lagi, brand tidak hanya menyampaikan pesan tentang nilai pengrajin batik lokal dan pentingnya menjaga keaslian batik.

Tetapi juga berperan aktif dalam menghubungkan konsumen dengan komunitas pembatik dan penjahit lokal, memberikan mereka kesempatan kerja dan pendapatan yang lebih baik.

Ini adalah realisasi nyata dari misi “Dari Komunitas untuk Komunitas”, ketika konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga berkontribusi langsung pada kesejahteraan komunitas pengrajin yang membuatnya.”

Bentuk kemitraan antara Nona Rara Batik dan Hypefast menggarisbawahi pentingnya integrasi antara teknologi dan tradisi.

Serta bagaimana inovasi tersebut dapat memajukan brand lokal tanpa meninggalkan esensi tradisi, khususnya teknik batik tulis dan batik cap di era kontemporer.

“Di peringatan Hari Batik serta 12 tahun berdirinya Nona Rara Batik ini, refleksi perjalanan tak lagi sekadar tentang meningkatkan skala bisnis, tetapi juga bagaimana bentuk kemitraan tidak hanya untuk menumbuhkan bisnis, tapi juga menerjemahkan aspirasi bisnis menjadi kenyataan,” tutup Achmad.

Tentang Nona Rara Batik

Nona Rara Batik adalah brand pakaian siap pakai yang berkomitmen untuk melestarikan teknik batik asli.

Berdiri dengan semangat “Dari Komunitas untuk Komunitas”, Nona Rara Batik tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga mewujudkan visi pemberdayaan komunitas pengrajin batik lokal.

Setiap produk yang ditawarkan mencerminkan dedikasi dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia, menghadirkan koleksi batik modern yang menggabungkan tradisi dan inovasi.

Tentang Hypefast Hypefast adalah pelopor house of brand berbasis teknologi yang menaungi brand lokal di Indonesia.

Hypefast bermitra dengan sejumlah brand lokal terbaik di Indonesia dan meningkatkan skala bisnis mereka dengan bantuan investasi, tim ahli ritel, dan ekosistem ritel yang terpusat.

Hypefast didirikan oleh Achmad Alkatiri, mantan Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Indonesia.

Baca Lainnya

SMARTFREN Luncurkan Rangkaian Promo dan Program Digital

22 Februari 2026 - 00:07 WIB

smartfren 1

Gaya Hidup Jalan dan Uang Tetap Aman Jadi Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026

16 Februari 2026 - 02:15 WIB

Gaya Hidup Jalan dan Uang Tetap Aman Jadi Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026

PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong Untuk Hadirkan Solusi Energi Rendah Emisi Berbasis Panas Bumi

16 Februari 2026 - 02:00 WIB

PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong Untuk Hadirkan Solusi Energi Rendah Emisi Berbasis Panas Bumi

DANA Jadi Representasi Industri Teknologi Finansial Indonesia di Panggung Global

13 Februari 2026 - 00:02 WIB

DANA Jadi Representasi Industri Teknologi Finansial Indonesia di Panggung Global

Sasa Bumbu Kaldu Dukung Pengusaha Basreng Naik Kelas dengan Program Sasa Food Service Solution

12 Februari 2026 - 00:03 WIB

Sasa Bumbu Kaldu Dukung Pengusaha Basreng Naik Kelas dengan Program Sasa Food Service Solution
Trending di Bisnis
error: Matras News