Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026 Kemenhaj dan Polri Perkuat Koordinasi Jemaah Haji Ascott Jakarta Luncurkan Plesiran di Jakarta Komnas Disabilitas Dukung Penuh Special Olympics NTT 2026 Perlindungan Pekerja Alih Daya Dikuatkan PGE Catat Kinerja Positif, Laba Bersih Naik 40 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis

Gaya Hidup Jalan dan Uang Tetap Aman Jadi Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026

badge-check


					FOTO: Tren ini tercermin dari rata-rata transaksi harian di Seabank yang tercatat lebih dari 10 juta transaksi per hari. Perbesar

FOTO: Tren ini tercermin dari rata-rata transaksi harian di Seabank yang tercatat lebih dari 10 juta transaksi per hari.

MATRASNEWS, JAKARTA – Ngopi sepulang kerja, langganan platform hiburan, belanja daring, hingga transaksi harian lewat ponsel kini seperti jadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak muda Indonesia. Gaya hidup yang serba cepat dan praktis ini berjalan beriringan dengan pesatnya adopsi layanan keuangan digital.

Aktivitas seperti langganan platform hiburan, belanja daring, sampai transaksi harian, di mana hampir seluruh aktivitas keuangan dapat dilakukan hanya dalam beberapa sentuhan layar.

Di tengah arus transaksi yang kian aktif tersebut, tantangan anak muda bukan lagi sekadar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang secara lebih sadar agar gaya hidup tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan jangka menengah dan panjang.

“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekedar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana,” kata Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, dalam siaran pers SeaBank, 13 Februari 2026.

“Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” sambung Lindawati Octaviani.

Secara nasional, kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen.

Angka ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memahami produk dan layanan keuangan. Namun, peningkatan literasi perlu diiringi dengan praktik pengelolaan keuangan yang konsisten, terutama di kalangan generasi muda yang aktif bertransaksi secara digital.

Kemudahan transaksi digital memang memberi ruang bagi anak muda untuk menikmati hidup dengan lebih fleksibel. Namun, di balik kenyamanan tersebut, pengelolaan keuangan jangka menengah kerap menjadi tantangan tersendiri. Fokus pada kebutuhan harian dan gaya hidup sering kali membuat perencanaan keuangan ke depan berjalan tanpa disadari.

Keseharian ini tercermin dari kebiasaan banyak anak muda yang mengandalkan satu rekening utama untuk berbagai kebutuhan, dari transaksi rutin hingga hiburan. Tanpa pemisahan dana yang jelas, arus pengeluaran harian berpotensi menyisakan ruang yang semakin sempit bagi simpanan yang lebih terencana.

“Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup,” ungkap Lindawati.

Menurutnya, tabungan digital berperan sebagai pusat kendali transaksi harian, sedangkan simpanan berjangka seperti deposito dapat menjadi alat bantu disiplin finansial karena dana tidak mudah dicairkan secara spontan. Pendekatan ini sejalan dengan cara Gen Z dan Milenial yang memanfaatkan bank digital sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Kemudahan, kecepatan, dan transparansi menjadi alasan utama bank digital semakin lekat dengan keseharian mereka. Tren ini tercermin dari rata-rata transaksi harian di Seabank yang tercatat lebih dari 10 juta transaksi per hari.

Untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, deposito digital mulai dipandang sebagai pilihan yang relevan untuk menjaga keseimbangan antara menikmati hidup hari ini dan menyiapkan kebutuhan esok. Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, karakter deposito yang berjangka membantu menahan dorongan konsumsi impulsif di tengah derasnya transaksi digital.

“Deposito digital kami lihat bukan hanya sebagai produk simpanan, tetapi juga alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat. Ini cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” pungkas Lindawati.

Di balik kemudahan dan kepraktisan layanan digital, aspek keamanan tetap menjadi fondasi utama. SeaBank beroperasi sebagai bank yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta berada dalam pengawasan Bank Indonesia.

Pada akhirnya, gaya hidup modern tidak harus menjadi musuh keuangan. Dengan pendekatan yang lebih sadar dan terencana, anak muda dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir, sambil menyiapkan fondasi keuangan yang lebih stabil untuk masa depan.

 

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini

Baca Lainnya

Jelang Musim Haji, XL Axiata-Smartfren-Axis Gelar Paket Roaming Tanah Suci

26 April 2026 - 01:23 WIB

Kemenpar Perkuat SDM Perempuan dalam Higienitas Gastronomi

24 April 2026 - 01:36 WIB

Menteri Ekraf Pacu Inovasi Fesyen Nasional Lewat SEDASA 2026

24 April 2026 - 01:28 WIB

Agoda Ungkap Gen Z Indonesia Lebih Pilih Destinasi Wisata Domestik dan Perjalanan Singkat

21 April 2026 - 00:12 WIB

Pengerjaan Kabel Bawah Tanah Dikebut, Pemkot Bekasi Bakal Tuntaskan Kabel Semrawut

20 April 2026 - 20:15 WIB

Trending di Bisnis