Menu

Mode Gelap
Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

Info Hotel

Okupansi Hotel & Restoran di Jember Melonjak 80% Saat Lebaran 2025, Pantai Papuma Jadi Primadona

badge-check

Matras News/FOTO: Java Lotus Hotel Jember Perbesar

Matras News/FOTO: Java Lotus Hotel Jember

Matras News, Jember – Jember mencatat kenaikan luar biasa dalam sektor pariwisata selama libur Lebaran 2025. Tegoeh Soeprajitno, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, mengungkapkan okupansi hotel dan restoran di wilayahnya mencapai 80%, melampaui proyeksi awal sebesar 65%. Destinasi unggulan seperti Pantai Papuma pun kebanjiran pengunjung.

Hal demikian didominasi dengan tingginya masyarakat dari berbagai daerah yang datang saat silahturahmi lebaran ke kampung halaman (mudik).

Dengan kenaikan tersebut, kedepan menjadi kecemasan bagi teman-teman hotel,” kata Tegoeh.  Apakah kedepan kenaikan ini terus bertahan di tengah himpitan efisiensi kegiatan pemerintah.

Baca Juga : Bukber Iftar Ramadan 2025 “East meets West” di Java Lotus Hotel Jember

“Kami telah mengkonfirmasi dengan teman-teman di beberapa hotel besar di jember, Saat ini belum ada reservasi untuk kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini membuat kami sedikit was-was,

Ini bukan efisiensi sebenarnya,“ kalau efisinsi sebenarnya pengurangan, ini malah tidak ada sama sekali, terang Tegoeh.

Tegoeh juga memaparkan bahwa ada sekitar 55 hotel dan restoran yang tergabung dengan PHRI, baik non bintang sampai bintang 4, jelasnya.

Mengenai meningkatnya okupasi destinasi wisata yang paling ramai di kunjungi menurut Dinas Pariwisata, yakni Pantai Papuma, dan juga beberapa pusat perbenlanjaan (Mall) di Jember yang biasanya tidak terlalu ramai, saat libur lebaran tahun ini sangat ramai, terang Tegoeh.

Tegoeh juga memaparkan, jember bukan tempat tujuan wisata, kedepan agar menjadikan Jember menjadi tujuan wisata kedepan kita harus kolaborasi mempromosikan Wisata Jember.

“Kolaborasi Pemerintah Daerah serta pelaku usaha dan inovasi berkelanjutan mampu mengubah destinasi biasa menjadi primadona pariwisata,” ungkapnya.

Baca Juga : Bandar Udara Notohadinegoro Jember Segera Dioperasikan Kembali

Seperti diketahui, selama ini Jember menjadi kota ketiga di Jawa Timur, setelah Surabaya dan Malang. Jember merupakan tapal kuda terbesar di wilayah jawa Timur antara, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Pasuruan, Bondowoso.

“Sebagai pendorong dan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang akan berkunjung ke Jember, sebaikanya Bandar Udara Notohadinegoro Jember sudah ada sejak 22 tahun silam di operasikan kembali, dengan menghadirkan pesawat jenis Bond Flights.

Saat ini Bandara Notohadinegoro hanya dapat di gunakan dengan pesawat ATR, karena landasan pacu pesawat 1,6 kilometer,” tutup Tegoeh

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage

22 Juli 2026 - 10:57 WIB

ARYADUTA Menteng Gelar Pameran Pernikahan Eksklusif

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Amarterra Villas Resort Bali Surga Tersembunyi di Nusa Dua

15 Juli 2026 - 01:08 WIB

Sotis Hotel Kemang Luncurkan Konsep BBQ Akhir Pekan

14 Juli 2026 - 00:06 WIB

Sotis Hotel Kemang Luncurkan Konsep BBQ Akhir Pekan

Sahid Group Jateng Rayakan HUT 2026 dengan CSR dan Wilujengan

8 Juli 2026 - 14:45 WIB

Trending di Info Hotel