Menu

Mode Gelap
WaterBoom Lippo Cikarang Hadirkan Paket Splash and Snack Deal, Liburan Air Plus Cemilan Adira Finance Luncurkan HASANAH, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Porsi Haji Plus di Adira Expo Solo Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

News

PCNU Kota Bekasi Ajak Masyarakat Refleksikan Internalisasi Nilai Pancasila


					Foto : Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bekasi, KH. Ayi Nurdin Perbesar

Foto : Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bekasi, KH. Ayi Nurdin

Matras News, Bekasi – Peringatan Hari Pancasila setiap 1 Juni berawal dari usulan Nahdlatul Ulama (NU) pada 2016. Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Ayi Nurdin, menegaskan bahwa usulan ini bukan hal baru. “NU sudah lama mengusulkan 1 Juni sebagai Hari Pancasila, bahkan sebelumnya KH. Maskur juga pernah mengusulkan hal serupa,” ujarnya dalam paparannya pada, Senin 2 Juni 2025 di kantor PCNU Centre Kota Bekasi.

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Pancasila merujuk pada pidato Bung Karno pada 1945 yang memperkenalkan konsep Pancasila. Menurut KH. Ayi, bagi NU, Pancasila sudah final sebagai dasar negara. “Bagi NU, Pancasila adalah harga mati. Ini bukan sekadar seremonial, tapi penguatan keyakinan bahwa Pancasila adalah pilihan terbaik untuk Indonesia,” tegasnya.

Meski demikian, tantangan terhadap Pancasila masih ada. Beberapa kelompok masih berupaya mengganti dasar negara, baik atas nama agama maupun ideologi lain. “Ada yang terganggu dengan sila Ketuhanan, ada juga yang ingin negara sekuler. Tapi bagi kita, Pancasila sudah final,” jelasnya.

Majalah Matras scaled

Di momentum Hari Pancasila, KH. Ayi mengajak seluruh elemen bangsa merefleksikan internalisasi nilai-nilai Pancasila, terutama di tengah tantangan modern seperti pengaruh media digital dan budaya asing.

“Anak muda sekarang terpapar banyak hal lewat gadget. Peran orang tua dan pendidikan sangat penting agar nilai Pancasila dan agama tetap menjadi pedoman,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat Pancasila, termasuk inisiatif spontan seperti program pembinaan karakter. “Yang penting niatnya baik. Meski mungkin perlu penyempurnaan, yang terpenting kita semua sepakat bahwa Pancasila adalah fondasi bangsa,” tandasnya.

Dengan Pancasila, Indonesia terbukti mampu menyatukan keragaman suku, agama, dan budaya. “Ini bukti bahwa Pancasila bukan sekadar konsep, tapi jalan hidup bangsa,” pungkas KH. Ayi.

Baca Lainnya

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

24 Januari 2026 - 02:29 WIB

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

24 Januari 2026 - 02:25 WIB

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

24 Januari 2026 - 02:20 WIB

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

Perluas Akses dan Tekan Kesalahan, Bappenas Dorong Transformasi Digital Penyaluran Bansos

23 Januari 2026 - 03:23 WIB

Begini Cara Mendapatkan Bansos PKH

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait

23 Januari 2026 - 03:13 WIB

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait
Trending di News
error: Matras News