Menu

Mode Gelap
Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an 69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas Susi Susanti Prihatin atas Dugaan Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing IBCA MMA Kota Bekasi Matangkan Persiapan Menuju Porprov 2026

Seni & Budaya

Pemprov Jatim akan Pulangkan Prasasti Mataram Kuno dari Skotlandia

badge-check


					Pemprov Jatim akan Pulangkan Prasasti Mataram Kuno dari Skotlandia Perbesar

Matras News, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengupayakan repatriasi atau pemulangan Prasasti Sangguran ke Indonesia saat kunjungan kerja ke Inggris Raya.

Menurut Khofifah, prasasti yang ditemukan pertama kali di sekitar Malang ini memiliki nilai sejarah bagi Indonesia.

Sebenarnya upaya repatriasi telah dilakukan sejak tahun 2004 namun sejauh ini belum berhasil.

Awalnya prasasti ini ditemukan di Ngandat, wilayah Malang, wilayah Ngandat sekarang desa Mojorejo, kecamatan Junrejo, kota Batu, Jawa Timur.

Prasasti Sangguran dianggap sebagai budaya lokal Skotlandia, meski berasal dari Jawa Timur.

“Prasasti Sangguran merupakan artefak peninggalan Kerajaan Mataram Kuno atau Medang yang bernilai tinggi bagi sejarah Indonesia.

Saat ini berada di Roxburghshire, Skotlandia,” kata Khofifah

Prasasti tersebut menginformasikan perpindahan Ibu Kota Mataram Kuno ke Jawa Timur.

Repatriasi tercatat telah diupayakan sejak tahun 2004, namun sampai sekarang belum terealisasi.

Gubernur Khofifah menugaskan Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Jawa Timur Aries Agung Paewai, untuk mengkomunikasikan ulang.

Karena hingga kini Prasasti Sangguran masih berada di pekarangan keluarga Lord Minto di Roxburghshire, Skotlandia.

Pada tahun 1812, Prasasti Sangguran merupakan peninggalan kerajaan Mataram kuno yang dibawa oleh Kolonel Colin Mackenzie kepada Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, untuk dipersembahkan kepada Gubernur Jenderal Inggris di India Lord Minto, pada tahun 1812.

Prasasti tersebut sekarang berada di istana keluarga Lord Minto di Roxburghshire, Skotlandia.

Di sana, peninggalan sejarah asli Indonesia dikenal dengan nama Batu Minto.

Dilansir dari Kominfo.jatimprov.go.id Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, berencana merepatriasi atau memulangkannya ke tanah air. (*/vt)

Baca Lainnya

Ribuan Warga Padati Kirab Budaya Klenteng Hok Lay Kiong Bekasi

3 Maret 2026 - 21:05 WIB

YBUIS dan IPTI Jabar Kolaborasi Rayakan Imlek Bersama Individu Spesial

16 Februari 2026 - 02:46 WIB

YBUIS dan IPTI Jabar Kolaborasi Rayakan Imlek Bersama Individu Spesial

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh: Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

21 Januari 2026 - 15:01 WIB

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

Pemuda Kaum Betawi Apresiasi Kebijakan Gubernur Jakarta Larang Kembang Api

28 Desember 2025 - 14:13 WIB

Gebyar Seni Budaya Betawi Pukau Penonton dengan Komedi Legendaris Buaya Buntung

23 Desember 2025 - 12:36 WIB

Trending di Seni & Budaya