Menu

Mode Gelap
SMARTFREN Luncurkan Rangkaian Promo dan Program Digital Buka Puasa dengan Nuansa Tradisi di Horison Iswara Bekasi Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Masyarakat Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

Event

Pertunjukan Roro Jonggrang Menutup Pertemuan G20 EdWG 2022

badge-check


					Pertunjukan Roro Jonggrang Menutup Pertemuan G20 EdWG 2022 Perbesar

Matras News – Candi Prambanan menjadi saksi dalam penutupan pertemuan perdana G20 Education Working Group (EdWG) yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 Maret 2022 di Yogyakarta. Pada tanggal 17 Maret 2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar jamuan penutup bersama para delegasi G20 EdWG 2022 di Rama Shinta Garden, Kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta.

Acara tersebut diawali dengan sambutan Iwan Syahril selaku Chair of G20 EdWG 2022, lalu dilanjutkan dengan makan malam dan menyaksikan pertunjukan dramatari Roro Jonggrang  bersama. Dalam jamuan tersebut, seluruh delegasi G20 terlihat kompak memakai pakaian batik yang merupakan warisan budaya khas Indonesia.

Iwan Syahril mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi para delegasi G20 yang berharga pada pertemuan pertama G20 EdWG ini. Dan inilah kami, di Candi Prambanan yang megah, candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terbesar kedua di Asia Tenggara, dan juga salah satu Warisan Dunia UNESCO dari Indonesia.”

Pertunjukan budaya kali ini menghadirkan dramatari Roro Jonggrang, cerita rakyat populer dari Yogyakarta yang mengisahkan tentang Roro Jonggrang yang memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membangun 1.000 candi dalam satu malam jika ingin mempersuntingnya.

Bandung Bondowoso menyanggupi dan mengerahkan balatentara roh-roh halus untuk membangunnya. Melihat Bandung Bondowoso kemungkinan akan berhasil, Roro Jonggrang yang merasa khawatir dan tidak ingin menikahi pembunuh ayahnya pun mengerahkan gadis-gadis di Desa Prambanan untuk mengelabui roh halus dengan membuat suasana seperti pagi hari. Sehingga pada saat matahari terbit, hanya tertinggal satu candi yang belum dibangun dan menimbulkan amarah Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi terakhir.

Walaupun berakhir dengan tragis, kisah Roro Jonggrang memiliki nilai sosial yang sangat melekat, yaitu gotong royong dem mencapai tujuan bersama. Hal ini dibuktikan ketika Roro Jonggrang meminta bantuan dayang-dayangnya untuk bekerja sama membuat suasana seperti di pagi hari agar roh-roh halus tersebut berhenti membangun candinya. Harapannya nilai ini dapat menginspirasi para delegasi untuk mewujudkan semangat solidaritas dan gotong royong untuk mencapai tujuan bersama, sejalan dengan presidensi G20 tahun 2022 ini dengan tema ‘Recover Together, Recover Stronger’ atau ‘Pulih Bersama’.

(her)

Baca Lainnya

YBUIS dan IPTI Jabar Kolaborasi Rayakan Imlek Bersama Individu Spesial

16 Februari 2026 - 02:46 WIB

YBUIS dan IPTI Jabar Kolaborasi Rayakan Imlek Bersama Individu Spesial

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh: Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

21 Januari 2026 - 15:01 WIB

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi Gelar Rapat Perdana

9 Januari 2026 - 00:20 WIB

IMG 20260108 WA0044

Pemuda Kaum Betawi Apresiasi Kebijakan Gubernur Jakarta Larang Kembang Api

28 Desember 2025 - 14:13 WIB

IMG 20251225 WA0021

Gebyar Seni Budaya Betawi Pukau Penonton dengan Komedi Legendaris Buaya Buntung

23 Desember 2025 - 12:36 WIB

IMG 20251223 WA0001
Trending di Seni & Budaya
error: Matras News