Menu

Mode Gelap
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku BYD Tech Culture Fest 2026 Digelar di GBK Senayan Gubernur Banten Gencar Promosikan Daerah sebagai Pusat Industri Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

Seni & Budaya

Gebyar Seni Budaya Betawi Pukau Penonton dengan Komedi Legendaris Buaya Buntung

badge-check


					Gebyar Seni Budaya Betawi Pukau Penonton dengan Komedi Legendaris Buaya Buntung Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Rangkaian acara Gebyar Seni Budaya Betawi, hasil kolaborasi dengan Unit Pelayanan Kawasan, kembali menghadirkan warna dan gelak tawa khas masyarakat ibu kota. Puncak acara kemarin malam diwarnai pertunjukan komedi Betawi pimpinan Lutfi Virdiansyah, yang mementaskan naskah berjudul “Buaya Buntung” karya Sutradara Dr. Syaiful Amri.

Lakon ini, yang merupakan produksi ke-147 kelompok KOMBET (Komedi Betawi), menyuguhkan kisah moral tentang kesombongan dan hukum alam. Dr. Syaiful Amri, selaku penulis naskah dan sutradara, mengisahkan tentang Jaenab, seorang gadis dari Desa Setu Babakan yang cantik namun berperilaku dianggap “tidak bermoral” oleh masyarakat sekitarnya karena selalu menolak setiap pinangan pria desa.

“Jaenab adalah representasi dari kecantikan yang tercerabut dari kerendahan hati. Kesombongannya membuatnya dijauhi, bahkan oleh Roing, pemuda desa yang tulus mencintainya,” papar Syaiful Amri usai pementasan.

Konflik cerita memuncak ketika alam seolah memberi peringatan. Roing mendapatkan firasat melalui mimpi, bahwa kesombongan Jaenab yang melampaui batas akan berbuah kutukan. Legenda “Buaya Buntung” ini, menurut Syaiful Amri, merupakan “tapak kisah cinta yang beradu kesombongan, dan pada akhirnya hukum alam memisahkan keangkuhan itu dengan murkanya.”

Pementasan yang dinamis ini diperkuat oleh akting sejumlah pemain senior dan baru seperti Rita Hamzah, Jaya Noin, UUT, Bachtiar, Engkar, Kimung, Riyanto, Dimas, Guild, Ucup, Tukang Rancak, dan Firman. Mereka berhasil menyajikan komedi khas Betawi yang sarat kritik sosial namun tetap menghibur.

Dukungan tim produksi yang solid di bawah pimpinan Produser Lutfi Virdiansyah dan Astrada Zubier Mustaqim membuat pertunjukan berjalan lancar. Sentuhan artistik dari Penata Musik Andi Suhadi, tata rias oleh Ni Nengah, serta kostum apik karya Sauki, turut melengkapi kesuksesan pagelaran.

Gebyar Seni Budaya Betawi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga pelestarian budaya Betawi di tengah arus modernisasi Ibu Kota. Melalui kisah “Buaya Buntung,” penonton diajak merenungkan kembali pentingnya kesederhanaan dan sikap terbuka dalam kehidupan bermasyarakat.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Kelenteng Tian Fu Gong, Gubernur Pramono: PIK 2 Bisa Jadi Destinasi Wisata Religi dan Budaya

19 Mei 2026 - 11:24 WIB

Tari Topeng Cirebon, Menyuguhkan Keindahan dalam Gerak

3 Mei 2026 - 01:13 WIB

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif di Era Digital

30 April 2026 - 01:37 WIB

Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

29 April 2026 - 02:03 WIB

Ribuan Penari Meriahkan CFD Bekasi, Ronggeng Nyentrik Jadi Primadona

27 April 2026 - 01:24 WIB

Trending di Seni & Budaya