Menu

Breaking News

News

Program Wakaf Uang, Gerakan PAI untuk Pengentasan Kemiskinan

badge-check

Program Wakaf Uang, Gerakan PAI untuk Pengentasan Kemiskinan Perbesar

Matras News, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya memberdayakan perekonomian umat dengan meluncurkan program wakaf uang khusus untuk Penyuluh Agama Islam (PAI).

Program itu diharapkan dapat menjadi gerakan nyata dalam pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa wakaf uang merupakan bentuk amal jariyah yang dapat memberikan dampak besar jika dikelola dengan baik.

“Jika 50.000 penyuluh kita, 100.000 majelis taklim, dan 100 juta umat Islam Indonesia berwakaf Rp20.000 saja satu orang per tahun, itu bisa menghasilkan ratusan miliar rupiah,” ujarnya dalam siaran resmi pada, Kamis 22 Agustus 2024,

Program wakaf uang itu bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial, terutama kemiskinan.

Kamaruddin menekankan bahwa tugas membantu orang miskin bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga merupakan tanggung jawab setiap individu yang mampu.

“Kita semua adalah orang yang mampu, maka sangatlah berdampak jika kita bisa berwakaf, walaupun hanya Rp20.000 sekali setahun,” tegasnya.

Peluncuran program wakaf uang ini juga menjadi langkah awal dari banyak inisiatif serupa yang akan datang. Kamaruddin menyebut gerakan berwakaf sebagai ‘langkah pertama dari 1.000 langkah’ yang diperlukan untuk menciptakan perubahan nyata di masyarakat.

Kamaruddin menggambarkan penyuluh agama sebagai ‘entitas epistemik’ yang memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan berkelanjutan kepada umat.

“Kualitas kehidupan beragama di Indonesia sangat berkorelasi dengan kualitas pengabdian para penyuluh,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa artikulasi keberagamaan di Indonesia, yang diakui sebagai salah satu model keberagamaan dunia, tidak bisa dilepaskan dari peran para penyuluh.

“Indonesia saat ini adalah negara bangsa yang memiliki kualitas artikulasi keberagamaan yang menurut saya pantas menjadi salah satu model artikulasi keberagamaan dunia,” ujar Kamaruddin.

Dengan program wakaf uang itu, diharapkan para penyuluh agama dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada umat.

Selain itu, wakaf ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wali Kota Bekasi Usir PKL dari Zona Publik Plaza Patriot

23 Agu 2026 - 01:22 WIB

Wali Kota Bekasi Usir PKL dari Zona Publik Plaza Patriot

Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan di Kalimantan

22 Agu 2026 - 02:05 WIB

Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan di Kalimantan

Kemenhub Kukuhkan 16 Inspektur Penerbangan dari Enam Negara dalam Pelatihan ICAO

22 Agu 2026 - 01:53 WIB

Kemenhub Kukuhkan 16 Inspektur Penerbangan dari Enam Negara dalam Pelatihan ICAO

Sertifikat Rumah Tak Kunjung Terbit, Warga Bekasi Mengaku Alami Kekerasan

22 Agu 2026 - 01:36 WIB

Sertifikat Rumah Tak Kunjung Terbit, Warga Bekasi Mengaku Alami Kekerasan

Tasyakuran KP HIU 06 dan KP HIU 10, Hadirkan Nilai Sosial

21 Agu 2026 - 00:05 WIB

Tasyakuran KP HIU 06 dan KP HIU 10, Hadirkan Nilai Sosial
Trending di News