Ia mengakui persiapan fisik dan teknik sudah memasuki tahap maksimal. Namun, ada satu tantangan klasik yang masih menghantui: minimnya lawan tanding (sparring partner) yang berkualitas di dalam negeri. Hal ini menjadi kendala dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas).
“Persiapan kami sudah maksimal, tetapi masih kurang teman sparring. Teknik yang kami latih perlu dipraktikkan. Karena itu kami berharap bisa segera menjalani TC di China,” ujarnya.
Dengan dukungan program pembinaan berkelanjutan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, target emas yang dipasang kedua atlet ini diharapkan mampu memperkuat prestasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing wushu di tingkat Asia.

Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.