Menu

Mode Gelap
Stasiun JIS Resmi Layani KRL, Tarif Promo Rp1 17 Archipelago Hotels di Jakarta Ajak Wisatawan Menikmati Jakarta Lebih Dekat Penataan Pasar Baru dan Pondok Gede Kunci Pembenahan Kota Bekasi Disdukcapil Kota Bekasi Tingkatkan Tertib Administrasi Kependudukan Penahanan Roy Suryo Dokter Tifa Ditangguhkan Pemadaman Listrik, Wali Kota Bekasi Pastikan Layanan Publik Tetap Prima

Tekno

TNI Aceh Prioritaskan Literasi Digital bagi Prajurit

badge-check


					TNI Aceh Prioritaskan Literasi Digital bagi Prajurit Perbesar

Matras News – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan kemampuan pelacakan digital, TNI Aceh menempatkan pemberian penekanan pada literasi digital bagi anggota prajurit.

Dengan upaya pengembangan dalam keempat pilar literasi digital, diharapkan para anggota TNI dapat meningkatkan keamanan dan jejak digital.

Para prajurit TNI harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam berbagai aspek digital, yang perlu menjadi perhatian serius dalam menjaga kesiapan TNI di era digital.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Iwan Suwantri selaku Kapusinfolahta menekankan pentingnya pemahaman terhadap empat pilar literasi digital bagi anggota TNI.

Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap pilar-pilar ini sangat penting untuk menjaga integritas dan keamanan di ranah publik yang semakin terdigitalisasi. Serta, prajurit diwajibkan untuk menyebarkan informasi yang mereka peroleh.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi program literasi digital nasional antara Kominfo RI dan TNI dalam rangka agar seluruh prajurit TNI menjadi melek digital dan penguatan NKRI” ujar Kepala Pusat Informasi Pengolah Data Tentara Nasional Indonesia di Hotel Amel Convention Hall, Kota Banda Aceh, Aceh, Kamis (12/10/2023).

Pelaksanaan kegiatan Literasi Digital lanjutan secara tatap muka sesuai dengan surat perintah panglima TNI No.1937/X/2023 di Sabang dan Banda Aceh.

Dimana kegiatan ini merupakan kolaborasi Program Literasi Digital Nasional antara Kominfo RI dan TNI dalam rangka agar seluruh prajurit TNI dapat menerapkan etika digital beserta dimensi yang lain.

Kegiatan ini dilaksanakan secara offline, dimana narasumber dan peserta mengikuti kegiatan secara langsung di lokasi. Kegiatan dilakukan sebanyak 2 hari, masing-masing dilakukan 1 sesi.

Iwan menambahkan, “Materi akan disampaikan oleh para narasumber dari tim Kemenkominfo RI dan TNI, yang diutamakan dari perwira dan bintara atau yang sudah penuh mengikuti kegiatan literasi digital secara online.

Dengan harapan agar nantinya para peserta mampu dan dapat mengaplikasikan serta menularkan ilmu yang sudah di dapat kepada seluruh prajurit di satuan kerjanya masing-masing serta kepada keluarga besar TNI di wilayahnya.”

Dalam era digital yang semakin maju, keterampilan digital menjadi aspek krusial yang harus dikuasai oleh semua individu, termasuk para prajurit TNI.

Sofian Lusa S.E, M.Kom, seorang ahli dalam keterampilan dan kecakapan digital, menekankan pentingnya kemampuan untuk memilih, memahami, menganalisis, dan berpartisipasi dalam konten di dunia maya.

Sofian menyatakan, “Dunia maya, atau cyberspace, memiliki potensi besar dalam mengumpulkan data pribadi pengguna internet.”

Namun, Sofian juga mengingatkan bahwa beberapa aktivitas dapat mengakses data yang dikirim oleh pengguna, sehingga perlu hati-hati dalam penggunaan teknologi.

Dia menjelaskan, “Beberapa negara telah melarang penggunaan jenis smartphone tertentu di beberapa instansi rahasia karena potensi akses data oleh pihak ketiga.

Hal ini juga menjadi pertimbangan penting bagi TNI, terutama saat berhadapan dengan situasi perang, di mana keamanan data menjadi krusial.

Ia menyebut bahwa peran utama prajurit TNI adalah menjaga data yang memiliki nilai baik dalam dunia fisik maupun dalam dunia maya (cyberspace).

“Untuk meningkatkan keterampilan digital prajurit TNI dalam melindungi perangkat dan data, penting untuk mengadopsi pendekatan pembelajaran sepanjang hayat dengan semangat lifelong learning.” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Andri Johandri, seorang pakar keamanan digital, menyoroti fakta bahwa smartphone saat ini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan sebuah komputer portabel yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas.

Oleh karena itu, tanggung jawab untuk menjaga keamanan data ada pada individu. Andri menekankan, “Risiko keamanan digital tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada seluruh unit atau satuan.”

“Banyak penggunaan rahasia asing tanpa upaya standarisasi dan modifikasi pengaman tambahan, maka dari itu jaringan kita bisa saja dengan mudah disadap oleh pihak lain” tegasnya.

Dalam pertahanan negara, Andri menambahkan bahwa pengembangan dalam bidang pertahanan tidak hanya terbatas pada pelatihan fisik, melainkan juga digitalisasi.

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dalam kemandirian serta kemampuan personel TNI untuk memahami dan memiliki kemampuan dalam penggunaan serta perbaikan perangkat digital dalam konteks pertahanan nasional, sehingga tidak perlu bergantung pada pihak lain.

Seperti pepatah, “Mulutmu Harimaumu,” demikian pula dalam dunia digital, penggunaan smartphone yang tidak bijak dapat memiliki dampak besar, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Dengan memperkuat keterampilan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital, para prajurit TNI dapat memainkan peran penting dalam dunia maya, sambil menjaga citra positif bagi Negara Republik Indonesia.

Kesiapan dalam menghadapi tantangan teknologi digital menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Baca Lainnya

Karya Art Deco Ikonik Tamara de Lempicka Kini Hadir di Samsung Art Store

20 Juni 2026 - 13:18 WIB

Schneider Electric Gandeng Foxconn Kembangkan Pusat Data AI Masa Depan

19 Juni 2026 - 00:06 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Perangkap Hama Tenaga Surya

19 Mei 2026 - 00:03 WIB

Solusi Distribusi Modern dengan Software Logistik

13 April 2026 - 00:12 WIB

Solusi Distribusi Modern dengan Software Logistik

XLSMART Hadirkan Kecepatan Sampai 500 Mbps Instant Roaming di 75 Negara

6 April 2026 - 00:02 WIB

Trending di Tekno