MATRASNEWS, TEKNO – Inovasi pengendalian hama tanaman berbasis energi terbarukan karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencuri perhatian di kancah internasional. Startup bernama TERANGIN berhasil menembus jajaran atas Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 di University of San Diego, Amerika Serikat.
Alat ini mengandalkan kincir angin dan panel surya untuk menyalakan lampu perangkap. Cahaya lampu menarik hama sehingga petani tak perlu lagi bergantung pada pestisida berlebihan yang merusak tanah dan membengkakkan biaya produksi.
“Kami ingin memberi solusi praktis dan ramah lingkungan, terutama bagi lahan dengan akses listrik terbatas,” ujar tim pengembang.
Sebelum go internasional, TERANGIN lolos dari program Pertamuda Seed & Scale 2025 dan mengantongi pendanaan 3.000 dolar AS. Tantangan ke depan adalah memastikan alat ini bisa diadopsi luas oleh petani, bukan sekadar jadi prototipe pemenang lomba.











