Otorita IKN dan BI latih 50 pengrajin batik di Kantor Kemenko 1, 17–19 Juni, untuk menciptakan motif batik modern yang mencerminkan identitas Nusantara
Pesona Budaya di Tengah Pengejaran Teknologi
MATRASNEWS, JAKARTA – Di sela hiruk-pikuk pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah gerakan halus namun fundamental digulirkan. Identitas kota masa depan ini tidak hanya dibangun dari beton dan baja, tetapi juga dari benang dan kain.
Otorita IKN bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Workshop Pengembangan Motif Batik bagi Pengrajin Wastra sebagai upaya merawat akar budaya sekaligus menciptakan ciri khas baru.
“Wastra memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari wajah IKN,” ujar Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi.
Hal ini menjadi penting, karena “wastra di sekitar IKN sudah tumbuh dan berkembang. Namun, tentu masih perlu penguatan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu bersanding dengan batik-batik yang sudah dikenal luas,” tambahnya.
Merangkai Imajinasi Nusantara
Sebanyak 50 pengrajin dari sembilan kelompok batik dan wastra mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini. Mereka tidak hanya diajari teknik membatik, tetapi juga diajak menggali makna dan cerita di balik setiap motif.
Proses kreatif dimulai dari mind mapping, penyusunan moodboard, hingga pengembangan elemen visual yang segar.











