Menu

Breaking News

News

5 Tahun Menekuni Merawat Saluran Irigasi di Perbukitan Gunung Slamet

badge-check

5 Tahun Menekuni Merawat Saluran Irigasi di Perbukitan Gunung Slamet Perbesar

Matrasnews.com – Dalam lima tahun terakhir ini, Kusnanto (60) dan Agus Salimin (48) tekun merawat saluran irigasi di perbukitan Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Kadang mereka bertaruh nyawa saat membersihkan irigasi yang menembus terowongan gelap sepanjang 550 meter. Hal itu mereka lakukan agar petani di sejumlah desa mendapat air.

Berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, terowongan air Tirtapala tampak sebagian dari pelataran parkir wisatawan Curug Gomblang.

Aliran airnya yang berasal dari hulu Sungai Logawa cukup deras. Terowongan ini berkelok-kelok mengikuti kontur tebing perbukitan kaki Gunung Slamet.

Hari itu, Jumat (28/1/2022), Kusnanto dan Agus menyusuri terowongan air yang lebarnya hanya sekitar 80 sentimeter dan tinggi 160 sentimeter itu.

Mereka hanya berbekal senter yang dipasang di kepala. ”Dalam seminggu dua atau lima kali masuk ke terowongan untuk membersihkan jalur, mengambil batu yang jatuh, atau membersihkan semak belukar yang tumbuh di sekitarnya,” kata Agus.

Tugas itu terkesan sederhana meski kenyataannya perlu keberanian ekstra. Betapa tidak, saat berada di dalam terowongan banjir dan longsor bisa terjadi kapan saja, terutama di musim hujan. Kusnanto mengisahkan, sekitar 1992, longsor pernah menyumbat aliran irigasi.

Sedimentasi tanah yang menumpuk hingga 1 meter di terowongan membuat Kusnanto dan Agus harus merangkak atau merayap agar bisa masuk ke hulu terowongan.

”Sebetulnya ada rasa khawatir dan waswas terjadi longsor di dalam. Tapi karena sudah tanggung jawab kami berdua, ya tetap kami jalani,” kata Kusnanto.

Untuk tugas ini, Kusnanto dan Agus masing-masing diberi upah Rp 350.000 per bulan. Sebelumnya, upah mereka bahkan hanya Rp 250.000. Uang itu pun sebagian mereka pakai untuk membeli peralatan kerja seperti senter dan sabit.

”Bagaimanapun kami sudah dipercaya meski bayarannya tidak seberapa. Saya juga butuh air, orang-orang butuh air. Saya pikir (tugas) ini sebagai wujud ibadah,” ujar Agus yang tidak mempersoalkan upahnya yang kecil. Di kutip dari kompas.id.


(red)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Teras Jatiasih Resmi Diluncurkan

8 Agu 2026 - 11:10 WIB

Teras Jatiasih Resmi Diluncurkan

Musim Kemarau Perparah Krisis Air dan Kebakaran Lahan di Sejumlah Daerah

7 Agu 2026 - 00:09 WIB

Musim Kemarau Perparah Krisis Air dan Kebakaran Lahan di Sejumlah Daerah

Kepala BNPB: Destana Selamatkan Nyawa di Tengah Kekeringan

7 Agu 2026 - 00:07 WIB

Kepala BNPB: Destana Selamatkan Nyawa di Tengah Kekeringan

Kebakaran Bromo Hanguskan 60 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

7 Agu 2026 - 00:04 WIB

Kebakaran Bromo Hanguskan 60 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Kemenhub Pangkas Fuel Surcharge Tiket Domestik Jadi Maksimal 30 Persen

7 Agu 2026 - 00:02 WIB

Kemenhub Pangkas Fuel Surcharge Tiket Domestik Jadi Maksimal 30 Persen
Trending di News