Matras News – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan Desa Bojongkulur yang berbatasan dengan Bekasi di Jatiasih sebagai Desa Wisata.
Salah satu potensi wisata yang telah dikembangkan warga Desa Bojongkulur adalah destinasi wisata kuliner di Dermaga 6, Vila Nusa Indah 3 Blok KD. Destinasi wisata ini berlokasi di tepi Sungai Cikeas.
“Sungai cikeas panoramanya masih asri dan sungainya tergolong aman. Tidak tercemar limbah industri seperti sungai cileungsi,” kata Puarman, ketua Desa Wisata.
“Susur sungai ini menggunakan perahu karet (river boat). Selain untuk sarana hiburan yang menyenangkan, wisata susur sungai juga sebagai sarana edukasi dan melatih ketahanan fisik,” papar Puarman.
Susur sungai merupakan kegiatan wisata untuk mengenalkan wisatawan tentang ekologi sungai dan karakteristik sungai. Meliputi pengenalan arus air, komponen yang ada di sungai, lingkungan sekitar sungai serta badan sungai.
Manfaat lain wisata susur sungai antara lain sensasi sungai Cikeas nan asri, menumbuhkan cinta sungai. Perjalanan pun aman dari banjir, arus sungai yang tenang dan aman, operator bersertifikat FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia), dan semua peserta dibekali APD (pelampung & helm).
Start susur sungai dari Dermaga 6, dan finish di Dermaga 2, Bendung Koja, Bojongkulur. Lama perjalanan 1 jam 25 menit. Perahu berkapasitas 5 orang, ditambah satu orang operator.
Batas usia wisatawan susur sungai di atas 10 tahun. “Dari titik finish kembali ke start disediakan kereta wisata,” jelas Puarman, seraya menambahkan tiket normal Rp.95.000/orang. Namun saat ini tiket dilepas dengan harga promo Rp.60.000/orang.
Peserta susur sungai mendapat tiket susur sungai senilai 95k, voucher makan di Dermaga 6 senilai 20k, dan tiket kereta wisata senilai 15k.
“Lebih mengasyikkan ikut bareng komunitas, group RT/RW, sekolah, kantor, kelompok pengajian, keluarga,” tambah Puarman.
(her)











