”Maksud dan tujuannya adalah untuk melestarikan adat budaya kita. Babaritan ini merupakan warisan leluhur yang di tempat lain mungkin sudah tidak ada. Alhamdulillah, Jatisampurna berkat Bapak-Bapak para tokoh, khususnya para sesepuh, masih kuat memegang adat istiadat kearifan lokal di wilayah Kranggan. Sampai hari ini, ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua,” tegas Anim.
kesuksesan acara ini tidak lepas dari kolaborasi kuat antara pemerintah setempat dan para tokoh adat. Turut hadir dalam acara tersebut Camat Jatisampurna Nata Wirya, S.Sos., M.Si., beserta jajaran Lurah se-Kecamatan Jatisampurna.
Kehadiran para kasepuhan wilayah Kranggan seperti Olot Abah Kisan, Olot Abah Gede (Aat), Abah Dahlan, dan Abah Nesan menjadi simbol bahwa tongkat estafet nilai tradisi masih terjaga dengan sangat baik di Kota Bekasi.

Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.