Menu

Mode Gelap
Grand Final ASIED 2026: Ketika Esports Jadi Jembatan Talenta Digital Indonesia-AS Rapsodia Nusantara 10 Pianis Remaja Raih Juara di Kansas City Polres Metro Bekasi Kota Amankan 69 Pelaku Curanmor dan Begal Kemlu Kerek Strategi Pelindungan PMI: RAN jadi Fondasi Diplomasi Global Kota Bekasi Kebut Pembentukan Kampung Siaga Bencana 60 Ribu Calon Mahasiswa Baru Tidak Daftar Ulang

Bisnis

Grand Final ASIED 2026: Ketika Esports Jadi Jembatan Talenta Digital Indonesia-AS

badge-check

Grand Final ASIED 2026: Ketika Esports Jadi Jembatan Talenta Digital Indonesia-AS Perbesar


“More Than a Game” di @america Jakarta Puncaki Program Pengembangan Talenta Digital 7 Bulan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Amerika Serikat di Tengah Momentum Bersejarah.

MATRASNEWS, JAKARTA – Sorak sorai penonton memadati @america di Jakarta, Sabtu (18/7), menandai puncak program pengembangan talenta digital yang memanfaatkan esports sebagai wadah strategis. Grand Final American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED) resmi digelar, mengakhiri rangkaian program selama tujuh bulan yang menjangkau lebih dari 1.750 anak muda di tujuh kota .

Acara ini bukan semata ajang kompetisi. Ia menjadi laboratorium nyata bagi generasi muda untuk membangun keahlian di balik layar industri game, mulai dari manajemen turnamen hingga menjadi komentator profesional.

Momentum ini bertepatan dengan dua peristiwa besar bagi Amerika Serikat: perayaan 250 tahun kemerdekaan dan statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026.

Panggung Utama untuk Ekosistem Digital

Babak final ini menampilkan kompetisi ketat dalam EA SPORTS FC 26 dan FC Mobile, ajang pencarian bakat “Shoutcaster Hunt” yang dinilai oleh pengulas profesional Aqwam dan Sanskuyy, serta pertandingan eksibisi bersama para kreator konten.

Tak kurang dari 300 peserta dan pengunjung memadati acara yang juga menghadirkan sesi diskusi “More than a Game” bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF).

Penjabat Urusan Publik Kedubes AS di Jakarta, Abraham Lee, menekankan peran esports sebagai katalis persahabatan antarnegara. Ia menyatakan bahwa kecintaan yang sama terhadap gim mampu mendorong terciptanya relasi dan membuka pintu peluang bagi kaum muda Indonesia serta hubungan bilateral yang lebih luas.

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut antusias inisiatif ini. Ia berharap kolaborasi dengan AS dapat diperkuat melalui kehadiran American Corner di setiap Creative Hub di masa depan, guna mengoptimalkan fungsi ruang kreatif dan menghadirkan lebih banyak pelaku industri dari AS untuk berbagi pengalaman di Indonesia.

Membangun Fondasi 50 Komunitas

Program berskala nasional ini terlaksana melalui jaringan American Corner di tujuh kota: Padang, Pontianak, Semarang, Yogyakarta, Malang, Makasar, dan Ambon. Sebelum mencapai babak final, para peserta dibekali lokakarya yang mencakup manajemen acara, penyiaran, operasional liga, desain grafis, pembuatan konten, hingga komentator.

Lebih dari sekadar kompetisi, program ini berhasil menggalakkan aktivasi lebih dari 50 komunitas esports. Siniar “Bukan Sekadar Gim”, yang dipandu Pejabat Hubungan Masyarakat Regional Anup Mahajan, turut mengupas jalur karier di industri esports, menegaskan bahwa gim bukan sekadar hiburan, melainkan ladang ekonomi kreatif yang menjanjikan.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pelabuhan Patimban Buka Babak Baru sebagai Gerbang Logistik Global

17 Juli 2026 - 07:16 WIB

Beras Organik Jatiluwih dari Warisan Alam

13 Juli 2026 - 00:07 WIB

Beras Organik Jatiluwih dari Warisan Alam

Pojok Warung Dablong Buka Cabang Kedua di Transera Waterpark

10 Juli 2026 - 16:38 WIB

Pelita Air Bawa Semangat Harapan Lewat Musikal Senja Teduh Pelita

10 Juli 2026 - 12:53 WIB

Kemnaker dan HIPMI Jaya Teken MoU Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja

10 Juli 2026 - 01:10 WIB

Trending di Bisnis