Menu

Mode Gelap
Prabowo Arahkan 503 Ketua DPRD di Magelang: Kita Semua Patriot APNI: Kepmen ESDM 144/2026 Ubah Peta Jalan Nikel Indonesia Menhub Tinjau Terminal 2F Bandara Soetta, Pastikan Kesiapan Angkutan Haji 2026 12.000 Warga Mustika Jaya Ramaikan Festival Adu Bedug PGE Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 Berkapasitas 55 MW Harga BBM Hari Ini Melonjak Rp23.900 per Liter, BBM Subsidi Aman

Bisnis

APNI: Kepmen ESDM 144/2026 Ubah Peta Jalan Nikel Indonesia

badge-check


					APNI: Kepmen ESDM 144/2026 Ubah Peta Jalan Nikel Indonesia Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyebut pemberlakuan Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026 pada 15 April 2026 sebagai titik balik bersejarah bagi tata kelola mineral nasional. Regulasi ini mengubah formula Harga Patokan Mineral (HPM) dari berbasis nikel tunggal menjadi multi-mineral yang mencakup kobalt, besi, dan kromium.

Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, menyatakan bahwa kenaikan correction factor dari 17% menjadi 30% untuk nikel kadar 1,6% memberikan fondasi harga yang lebih adil bagi penambang lokal. HPM bijih nikel kadar 1,5% melonjak dari US$26,66 menjadi US$57,13 per wmt atau naik 114%.

Namun, APNI mengakui adanya tekanan ganda di sektor hilir. Kenaikan harga bahan baku bersamaan dengan lonjakan harga sulfur akibat krisis Timur Tengah dari US$525 menjadi US$910 per ton mendorong biaya produksi MHP naik US$2.400–US$2.600 per ton nikel.

Baca Lainnya

Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh

17 April 2026 - 00:05 WIB

Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti

17 April 2026 - 00:02 WIB

BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

16 April 2026 - 00:08 WIB

BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

PT Mitra Patriot Borong Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

13 April 2026 - 19:39 WIB

PT Mitra Patriot Borong Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%

7 April 2026 - 00:08 WIB

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%
Trending di Bisnis