Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Masyarakat Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang 5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

Info Akademia

Beacon Academy Dukung 7 Anak dengan Cerebral Palsy dan Epilepsi

badge-check


					FOTO: Academic Advisor Beacon Academy, Arvind Chalasani Perbesar

FOTO: Academic Advisor Beacon Academy, Arvind Chalasani

MATRASNEWS, JAKARTA – Kepedulian sosial tidak selalu harus lahir dari aksi besar. Di usia dini, nilai itu mulai ditanamkan melalui gerakan kecil yang bermakna. Itulah yang dilakukan oleh Beacon Academy melalui program “Love and Kindness Day 2026”, Jumat (13/2) di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Mengusung tajuk Small Act, Big Impact, kegiatan tahunan ini menjadi wujud nyata integrasi antara pendidikan karakter dan tanggung jawab sosial. Tahun ini, sekolah berkolaborasi dengan Yayasan Pasien Anak Indonesia untuk menjangkau tujuh anak usia 2 hingga 6 tahun yang menyandang cerebral palsy dan epilepsi.

Bantuan yang diberikan bersifat fungsional dan medis, mencakup stroller khusus sesuai kebutuhan individual tiap anak, serta paket kebutuhan harian seperti popok, susu, dan perlengkapan medis lainnya. Seluruh donasi dikumpulkan melalui keterlibatan aktif orang tua dan siswa preschool.

Academic Advisor Beacon Academy, Arvind Chalasani, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang lembaganya dalam membentuk profil pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peka.

“Kami ingin menanamkan bahwa empati bisa diajarkan sejak dini. Aksi kecil yang konsisten akan menciptakan dampak nyata. Orang tua juga menjadi penggerak utama agar nilai ini tumbuh di rumah maupun sekolah,” ujarnya.

Sementara Febriana, orang tua siswa, menyuarakan dukungannya terhadap program pembelajaran berbasis aktivitas luar ruang atau outdoor activity. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan memberi gambaran nyata yang tidak bisa diperoleh dari tayangan video di YouTube.

“Kita tidak pernah tahu apakah konten di YouTube itu benar-benar terjadi atau hanya rekayasa. Tapi di the real event, anak melihat sendiri, merasakan sendiri,” ujar Febriana, Jumat (13/2/2026).

Arsya Nadira, orang tua siswa juga mengaku terkesan dengan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan masyarakat ini. “Anak-anak belajar memahami realitas teman sebayanya dengan cara yang alami. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi keluarga kami,” tuturnya.

Lewat program CSR berbasis pendidikan ini, Beacon Academy berharap dapat mendorong lebih banyak institusi untuk aktif mendukung anak berkebutuhan khusus. Lembaga yang menerapkan kurikulum Cambridge dan International Baccalaureate (IB) ini menjadikan service learning sebagai bagian dari tripilar pendidikannya: keunggulan akademik, pembentukan karakter, dan kesejahteraan siswa.

 

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

Baca Lainnya

Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang

9 Februari 2026 - 00:51 WIB

Pelatihan Kepemimpinan Guru Perempuan Malang

Tingkat Partisipasi Tes Kemampuan Akademik Capai 8,5 Juta Peserta dalam Dua Pekan

5 Februari 2026 - 01:01 WIB

Tingkat Partisipasi Tes Kemampuan Akademik Capai 8,5 Juta Peserta dalam Dua Pekan

Paramadina Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Sepatu Nasional untuk Pelajar

4 Februari 2026 - 01:49 WIB

Paramadina Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Sepatu Nasional untuk Pelajar

PATA Indonesia Chapter Gelar Event International Day of Education 2026

2 Februari 2026 - 01:14 WIB

IMG 20260201 WA0013 copy 836x597

Penelantaran Rumah Tangga dalam Perspektif Hukum, Ini Kata Prof.Dr. Faisal Santiago Universitas Borobudur

1 Februari 2026 - 01:15 WIB

IMG 20260131 WA0019 copy 1043x665
Trending di Info Akademia
error: Matras News