Menu

Mode Gelap
Rektor Paramadina Peringatkan Ancaman Sistematis Hukum Rusak terhadap Ekonomi 2 Tahun Rock in Halte Solo Panggung Alternatif Terus Menggeliat Beras Organik Jatiluwih dari Warisan Alam Miya Social Seminyak: Merayakan Seni All-Day Dining di Jantung Seminyak Semesta Bistro & Space, Destinasi Kontemporer untuk Menikmati Rasa dan Kebersamaan Bo & Bun Seminyak: Destinasi Gastronomi Kontemporer Kekayaan Kuliner Asia di Jantung Bali

Bisnis

Beras Organik Jatiluwih dari Warisan Alam

badge-check

Beras Organik Jatiluwih dari Warisan Alam Perbesar


MATRASNEWS, BALI –  Ada makna mendalam dari makanan yang kita pilih setiap hari. Mungkin terlihat sederhana dan menjadi bagian dari rutinitas, namun di baliknya terdapat berbagai pilihan yang memengaruhi bagaimana kita merasa, bagaimana kita menjalani hidup, dan bagaimana kita menjaga lingkungan di sekitar kita. Beras Organik Jatiluwih hadir dengan pemahaman tersebut.

Nama “Jatiluwih” berasal dari bahasa Bali yang berarti “ betul-betul lebih baik.” Nama ini bukan merupakan klaim geografis, melainkan cerminan dari nilai yang dipegang oleh brand ini. Sebuah standar yang melampaui tampilan dan berfokus pada esensi. Bagi Beras Organik Jatiluwih, “baik” bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang bagaimana beras ditanam, bagaimana tanah dijaga, dan bagaimana seluruh prosesnya menghormati manusia serta alam.

Beras Organik Jatiluwih dijalankan melalui sistem pertanian organik sepenuhnya. Bibit dikembangkan secara mandiri, pupuk diproduksi melalui proses alami, dan lahan direhabilitasi dengan cermat agar memenuhi standar organik sebelum digunakan. Untuk lahan yang sebelumnya terpapar bahan kimia, proses pemulihan membutuhkan waktu dan konsistensi, melibatkan berbagai metode alami untuk mengembalikan kesehatan tanah sebelum dapat digunakan kembali untuk pertanian organik. Para petani juga memproduksi kompos mereka sendiri untuk menjaga ekosistem yang mendukung kemurnian produk akhir.

Pendekatan ini mencerminkan komitmen yang lebih luas terhadap kesehatan dan keberlanjutan. Beras organik menawarkan sumber nutrisi yang lebih bersih, bebas dari bahan kimia sintetis, sekaligus tetap mempertahankan kandungan nutrisi alaminya. Sebagai produk lokal Indonesia, Beras Organik Jatiluwih juga berkontribusi terhadap jejak karbon yang lebih rendah, mendukung cara konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Beras ini ditanam di wilayah Tabanan, Bali, dengan tambahan area produksi di Jawa Tengah. Dalam prosesnya, Beras Organik Jatiluwih menghadirkan delapan varian beras dengan karakteristik yang berbeda.

Beras Merah yang dikenal sebagai Cendana memiliki bentuk bulir yang lebih bulat dengan aroma alami dan tekstur yang lebih kaya. Premium Organic White Rice dipoles dengan tingkat patahan yang minim sehingga menghasilkan tampilan yang bersih dan tekstur lembut untuk konsumsi sehari-hari.

Brown Rice diproses secara ringan agar kandungan seratnya tetap terjaga, sementara Black Rice merupakan varietas alami yang dikenal akan kandungan antioksidannya dan profil rasa yang lebih dalam. Pandan Wangi menghadirkan aroma alami yang lembut dan menambah pengalaman bersantap yang lebih berkesan.

Low GI Rice, yang saat ini masih dalam proses sertifikasi, dikembangkan dengan tingkat kelembutan yang lebih rendah untuk membantu penyerapan glukosa yang lebih lambat. Maharaja menghadirkan pilihan beras organik premium, sementara Hana, varian beras Jepang, memiliki tekstur yang lebih lembut dan sedikit pulen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pojok Warung Dablong Buka Cabang Kedua di Transera Waterpark

10 Juli 2026 - 16:38 WIB

Pelita Air Bawa Semangat Harapan Lewat Musikal Senja Teduh Pelita

10 Juli 2026 - 12:53 WIB

Kemnaker dan HIPMI Jaya Teken MoU Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja

10 Juli 2026 - 01:10 WIB

Libur Sekolah, Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan Paket Wisata Terintegrasi

9 Juli 2026 - 17:07 WIB

ASEAN-China Gaet Kolaborasi Penerbangan di Yogyakarta

9 Juli 2026 - 00:07 WIB

Trending di Bisnis