Menu

Mode Gelap
Apa Perbedaan Haji Reguler, Haji Khusus dan Haji Furoda, Bingung Harus Pilih Mana? Masuk Usia ke 10, Vasaka Hotel Jakarta Gelar Media Gathering Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban Bagikan Bubur Gratis, Hotel 88 Bekasi Tebar Kepedulian Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia

Bisnis

Bisnis Food & Beverage di Bali Meningkat Jelang KTT G20

badge-check


					Bisnis Food & Beverage di Bali Meningkat Jelang KTT G20 Perbesar

Matras News, Bali – Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 kunjungan wisatawan baik lokal maupun domestic terus meningkat. Kedatangan Wisatawan memberi dampak positif bagi bisnis café dan resto, dikarenakan bisnis Food & Beverage di Bali Terus beranjak naik,

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, “Diperkirakan kafe, restoran hingga beach club yang ada di sekitar Bali Selatan saja, bisa mengantongi omzet mulai Rp3 juta hingga Rp1 miliar per hari (beach club). Membuat bisnis restoran dan kafe tumbuh melebihi 100%,” ujarnya, Rabu (2/11/2022).

Adnyana mencontohkan di daerah Seminyak dan Canggu yang aktivitas perekonomiannya sudah normal seperti masa sebelum pandemi. “Jika pemilik modal sudah berani buka restoran hingga kafe, berarti mereka sudah percaya, Bali telah bangkit,” tambahnya.

Hal Senada disampaikan Pemilik Siadja Gallery, Tanamas Villas dan restoran Ocin, Gede Dananjaya Siadja menyebutkan, “Tingkat hunian kamar hotel dan villa juga dirasakan terus membaik. Pemesanan vila dan resto di daerah Ubud meningkat sejak bulan Agustus. ‘’Bagi kami biasanya November adalah bulan mati, tapi dengan adanya G20, itu menjadi berkah bagi kami,’’ jelasnya.

Peningkatan bisnis restoran dan kafe ini, berimbas pada naiknya permintaan hasil pertanian seperti aneka buah dan sayuran. Namun karena curah hujan yang tinggi, hasil panen dari Bali menjadi tidak optimal.

Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Bali I Made Mendra Astawa,menyebutkan, demi memenuh besarnya permintaan pasokan tambahan diambil dari Jawa. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), perekonomian Provinsi Bali ditopang oleh sektor akomodasi, makanan dan minuman termasuk di dalamnya bisnis perhotelan dan restoran.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho menuturkan, Presidensi G20 2022 memberi dampak positif bagi perekonomian Bali sejak Januari. Pertemuan G20 banyak digelar di pulau dewata termasuk puncak KTT G20 pada tengah November ini.

‘’G20 menjadi pendorong utama bagi bangkitnya Bali, saat pandemi terjadi ada banyak bisnis yang tutup termasuk restoran dan kafe karena sepi pembeli jadi mereka harus mengurangi beban biaya,’’ kata Trisno.

(red)

Baca Lainnya

Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban

30 Mei 2026 - 11:39 WIB

Airbnb Kini Tawarkan Layanan Jemput Bandara Hingga Titip Koper untuk Liburan Anti Ribet

29 Mei 2026 - 01:49 WIB

Kapasitas Fiskal Terbatat, Ekspansi Program Prioritas Pemerintah Terganjal Utang

28 Mei 2026 - 00:48 WIB

Menjawab Kritik Menkeu Purbaya, Wakil Rektor Soroti Kendala Struktural Perbankan Syariah

API-IMA Tegaskan Kejelasan Proses Transisi Tata Kelola Ekspor

26 Mei 2026 - 01:57 WIB

API-IMA Tegaskan Kejelasan Proses Transisi Tata Kelola Ekspor

Tekanan pada Saham TPIA Kian Dalam, Investasi Rp100 Juta Tersisa Rp25,6 Juta

26 Mei 2026 - 01:45 WIB

Trending di Bisnis