MATRASNEWS, JAKARTA — BP BUMN bersama Danantara menyiapkan industri unggas terintegrasi berbasis teknologi modern untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek ini mengedepankan efisiensi, produktivitas, dan kualitas pengelolaan sebagai standar baru industri peternakan Indonesia.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan rencana tersebut dalam rapat bersama direksi PTPN I, PTPN III, RNI, dan PT Berdikari di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Teknologi dan Manajemen Jadi Prioritas
Dony menekankan pentingnya fasilitas peternakan dengan teknologi canggih, lingkungan higienis, serta sistem operasional yang profesional. Menurut dia, integrasi bisnis harus menghasilkan model peternakan yang mampu menjadi tolok ukur industri nasional.
“Jadi ini integratif, peternakan terbaik yang ada di Indonesia. Kelasnya mesti canggih, bersih, tertata,” ujar Dony melalui akun Instagram resmi BP BUMN.
Selain aspek teknologi, Danantara juga menempatkan kelayakan investasi sebagai pertimbangan utama. Dony menilai besarnya modal bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, melainkan kemampuan investasi menghasilkan keuntungan berkelanjutan.
“Investasi itu bukan berapa besar kecil yang dihitung, tapi return on investment-nya,” kata dia.
Malang Jadi Lokasi Pengembangan
Dony juga meminta setiap proyek di daerah memiliki kualitas manajemen yang kuat dan mampu menjadi benchmark bagi industri nasional. Penentuan lokasi serta pelaksanaan investasi harus berjalan objektif, profesional, dan bebas konflik kepentingan.
Salah satu bagian Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Malang, Jawa Timur, ditargetkan selesai pada Mei 2027. Fasilitas tersebut masuk dalam agenda pengembangan industri unggas modern yang dipersiapkan untuk peresmian oleh Presiden bersama menteri terkait.
Melalui proyek ini, BP BUMN dan Danantara mendorong terbentuknya ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Integrasi tersebut diharapkan meningkatkan daya saing perusahaan, memperkuat pasokan protein hewani, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Pengembangan industri unggas modern juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih efisien. Keberhasilan proyek akan bergantung pada penerapan teknologi, tata kelola, dan kemampuan investasi menghasilkan produktivitas jangka panjang.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.