MATRASNEWS, BEKASI — Mobilitas penumpang kereta api antarkota di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 2.364.801 aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Bekasi sepanjang Januari–Oktober 2026, tumbuh 9,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini mendorong KAI memperluas pilihan perjalanan melalui penambahan pemberhentian kereta api di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara. Kebijakan tersebut masuk dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 yang mulai berlaku pada 1 Desember 2026.
Mobilitas Tumbuh di Tiga Stasiun
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah penumpang menunjukkan kebutuhan perjalanan antarkota semakin tersebar di luar pusat Jakarta.
“Perjalanan antarkota semakin berkembang mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat. Bagi pelanggan yang tinggal atau beraktivitas di Bekasi dan sekitarnya, ketersediaan layanan kereta api dari stasiun terdekat memberikan lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujar Anne.
Selain Bekasi, Stasiun Jatinegara mencatat 1.562.963 aktivitas naik dan turun penumpang KA jarak jauh, meningkat 11,46 persen dari 1.402.212 aktivitas pada periode Januari–Oktober 2025.
Stasiun Cikarang juga mengalami pertumbuhan. Jumlah aktivitas naik dan turun penumpang mencapai 708.640, naik 3,54 persen dibandingkan 684.442 aktivitas pada tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, ketiga stasiun tersebut membukukan 4.636.404 aktivitas penumpang KA antarkota. Angka ini meningkat 9,32 persen atau bertambah 395.231 aktivitas dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
GAPEKA 2026 Tambah Perjalanan
Mulai 1 Desember 2026, KAI menambah pemberhentian sejumlah kereta antarkota di tiga stasiun tersebut.
Di Stasiun Bekasi, jumlah perjalanan KA jarak jauh yang berhenti meningkat dari 136 menjadi 139 perjalanan. Tambahan layanan mencakup KA Manahan relasi Solo Balapan–Gambir, KA Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang, dan KA Tegal Bahari relasi Pasar Senen–Tegal.
Stasiun Cikarang mendapat tambahan enam perjalanan, dari sebelumnya 52 menjadi 58 perjalanan. Kereta yang memperoleh pemberhentian tambahan meliputi KA Manahan, Pangandaran, Parahyangan, Singasari, dan Tawangjaya Premium.
Sementara itu, Stasiun Jatinegara mencatat peningkatan dari 94 menjadi 96 perjalanan. Tambahan tersebut berasal dari KA Cakrabuana relasi Cirebon–Gambir dan KA Gumarang relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi.
Anne menegaskan, penambahan pemberhentian berlaku pada perjalanan tertentu sesuai jadwal GAPEKA 2026. Kebijakan ini memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih stasiun keberangkatan maupun kedatangan sesuai kebutuhan.
Terintegrasi dengan Mobilitas Komuter
Ketiga stasiun tersebut juga menjadi simpul penting perjalanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek.
Data Januari–Oktober 2026 mencatat aktivitas gate in dan gate out Commuter Line di Stasiun Bekasi mencapai 19.508.891. Stasiun Cikarang membukukan 12.719.884 aktivitas, sedangkan Stasiun Jatinegara mencatat 5.761.600 aktivitas.
Total aktivitas di ketiga stasiun mencapai 37.990.375 dalam sepuluh bulan pertama 2026. Besarnya angka ini memperlihatkan peran stasiun dalam menghubungkan perjalanan harian masyarakat dengan layanan kereta api antarkota.
“Mobilitas masyarakat di kawasan Jakarta dan sekitarnya memiliki pola yang beragam. Ada pelanggan yang menggunakan Commuter Line untuk aktivitas harian, sementara pada kesempatan lain membutuhkan perjalanan antarkota,” kata Anne.
Pertumbuhan Penumpang KAI Group
Tren peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pengguna transportasi kereta api secara nasional. Sepanjang Januari–Oktober 2026, KAI Group melayani 442.529.105 pelanggan, naik 6,86 persen dibandingkan 414.116.947 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun layanan KA jarak jauh dan lokal KAI mencatat 49.932.766 pelanggan, tumbuh 8,99 persen dari 45.814.275 pelanggan pada 2025.
KAI akan mengevaluasi perkembangan mobilitas di kawasan metropolitan untuk menyesuaikan kapasitas dan akses layanan. Penambahan pemberhentian melalui GAPEKA 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas perjalanan antarkota bagi masyarakat Bekasi, Cikarang, Jatinegara, dan wilayah sekitarnya.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.