Masyarakat yang menganggap kanker sebagai penyakit keturunan yang murni diturunkan secara genetik
MATRASNEWS, JAKARTA – Selama ini banyak masyarakat yang menganggap kanker sebagai penyakit keturunan yang murni diturunkan secara genetik. Namun, sederet penelitian terbaru justru mengungkap fakta mengejutkan: metabolisme tubuh memiliki peran yang sangat besar dalam pertumbuhan sel ganas.
Paradigma baru ini menyoroti bagaimana apa yang kita konsumsi sehari-hari bisa menjadi pemicu utama perkembangan tumor. Ilmuwan menemukan bahwa gula darah tinggi tidak hanya berbahaya bagi penderita diabetes, tetapi juga berfungsi layaknya “bensin” bagi sel kanker semakin tinggi kadarnya, semakin cepat tumor tumbuh. Sebaliknya, saat kadar glukosa dalam tubuh turun, laju pertumbuhan tumor pun ikut melambat .
Memutus Suplai Makanan Sel Kanker
Fenomena ini mendorong para ilmuwan, seperti Profesor Thomas Seyfried dari Boston College, untuk memperkenalkan pendekatan yang dikenal sebagai “terapi metabolik” . Konsep ini bertujuan memutus pasokan “makanan” utama sel kanker, yaitu glukosa dan glutamin.
Lantas, bagaimana cara kerjanya? Pendekatan metabolik dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat, rutin berpuasa, dan mendorong tubuh masuk ke kondisi ketosis. Dalam kondisi ini, tubuh memproduksi keton sebagai sumber energi alternatif.






