Ketinggian 1.200 MDPL, Desa Ini Hasilkan Kopi dengan Cita Rasa Karamel
MATRASNEWS, SUBANG – Di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, menawarkan lebih dari sekadar panorama alam. Embun pagi dan kabut yang turun menjadi latar rutinitas warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani kopi. Di balik dinginnya suhu, desa ini menyimpan komoditas unggulan yang mulai dikenal pasar: kopi Arabika dengan cita rasa manis khas karamel.
Desa Cupunagara telah bertransformasi dari sekadar perkebunan teh peninggalan kolonial menjadi sentra kopi Arabika. Sejak 2012, pengembangan kopi Arabika digalakkan, dan kini lahannya mencapai 200 hektar yang dikelola oleh sekitar 250 warga. Dari total 300 hektar lahan kopi, seratus hektar di antaranya ditanami kopi Arabika, menghasilkan 30 hingga 40 ton biji kopi cherry (gelondongan) yang diolah menjadi sekitar 10 ton green bean per tahun.
Keunikan kopi ini terletak pada rasa manisnya, berbeda dengan kopi Jawa Barat pada umumnya yang cenderung bercita rasa buah dengan tingkat keasaman tinggi. “Rasanya dominan manis seperti ada karamelnya.
Pengelolaan kopi di desa ini dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mukti Raharja. BUMDes ini tidak hanya menampung hasil panen dengan harga lebih baik Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per kilogram dibandingkan harga tengkulak yang hanya Rp 5.000 tetapi juga memberikan edukasi pasca-panen kepada petani. Produk olahan BUMDes diberi merek “Kopi Canggah” dan dipasarkan hingga ke kafe-kafe di Bandung dan Purwakarta. Program kolaborasi dengan Danone-AQUA melalui penanaman 1.000 pohon kopi jenis Sigararuntang turut memperkuat sektor ini dengan pendekatan konservasi untuk mencegah banjir di dataran rendah.











Komentar ditutup.