Kepala Bakom nilai penghentian paksa forum diskusi di kampus bertentangan dengan prinsip musyawarah.
MATRASNEWS, JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyayangkan insiden penghentian paksa forum diskusi yang melibatkan sejumlah pejabat negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin malam.
Menurutnya, demokrasi tidak dapat berjalan tanpa mengedepankan dialog.
“Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya. Itu namanya semua gue, maunya dia saja,” tegas Qodari dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Insiden terjadi saat diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.
Awalnya, forum berjalan tertib dan diketahui oleh otoritas kampus. Namun, sejumlah mahasiswa kemudian merangsek panggung dan membentangkan spanduk penolakan, membuat acara bubar.
Qodari menilai interupsi tersebut sebagai anomali. Ia mengingatkan perbedaan pendapat sebaiknya dijawab dengan forum lain.
“Saya kira dialog itu, ya, dijawab dengan dialog yang lain, kan tidak susah. Itu jawaban paling proporsional,” ujarnya.
Program MBG dan Mandat Rakyat











