Menu

Mode Gelap
Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun. DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

News

Water For Timor Dekatkan Akses Air Bersih Untuk Masyarakat Timor Tengah Selatan  

badge-check

Water For Timor Dekatkan Akses Air Bersih Untuk Masyarakat Timor Tengah Selatan   Perbesar


MATRASNEWS, JAKARTA – Kesenjangan akses air bersih dan sanitasi di Timor Tengah Selatan masih sangat nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat bahwa hanya 75,48% rumah tangga yang punya akses air minum layak di Timor Tengah Selatan, tertinggal signifikan dari rata-rata nasional sebesar 93,22%.

Menurut Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga, bahkan hanya 11,9% rumah tangga di Indonesia yang menikmati akses air minum aman (bebas kontaminasi dan layak konsumsi).

Tantangan ini semakin besar karena wilayah ini memiliki musim kemarau panjang hingga 7–8 bulan setiap tahun, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta struktur tanah berbatu karst yang menyulitkan penyimpanan air, dengan jarak perjalanan yang harus diambil menuju mata air terdekat dapat memakan waktu sekitar dua jam dengan berjalan kaki.

Menjawab kondisi tersebut, Wahana Visi Indonesia (WVI) menghadirkan kampanye Water for Timor (WFT) sebagai aksi nyata untuk mendekatkan akses air bersih dan sanitasi bagi lebih dari 2.000 penerima manfaat di lima desa dan tiga sekolah sasaran.

“Akses air bersih adalah hak setiap anak untuk hidup sehat dan layak, termasuk di Timor Tengah Selatan. Melalui kampanye Water for Timor yang dimulai sejak Maret 2026, WVI berkomitmen mendukung pencapaian SDG no. 6 di Indonesia pada 2030 dengan mengundang partisipasi dan kontribusi Masyarakat,” terang Angelina Theodora, National Director Wahana Visi Indonesia dalam siaran pers WVI, 17 Juni 2026.

“Saat ini kami akan mulai mengerjakan secara bertahap mulai dari proses asesmen pasokan air, pembangunan fasilitas, hingga peningkatan kapasitas masyarakat untuk mengelola jaringan air. Hadirnya akses air bersih yang layak juga turut mendorong kesetaraan gender, karena perempuan tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengambil air dan memiliki lebih banyak waktu untuk bermain, mengembangkan diri, dan beristirahat,” sambungnya.

Tantangan keterbatasan air bersih tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tingkat kemiskinan di Timor Tengah Selatan menurut data BPS 2025 masih mencapai 24,5% (sekitar satu dari empat orang yang ada di Timor Tengah Selatan), yang berdampak pada terbatasnya akses terhadap layanan dasar, termasuk air bersih dan sanitasi layak.

Selain itu, kondisi ini turut berkontribusi pada tingginya angka stunting yang mencapai 56,8%, jauh di atas rata-rata nasional (19,8%) menurut Survei Status Gizi Indonesia 2024.

Keterbatasan air bersih meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare, yang menghambat penyerapan nutrisi dan memperburuk kondisi gizi anak. Situasi ini menjadi tantangan serius yang memerlukan intervensi menyeluruh untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun.

22 Juli 2026 - 14:12 WIB

DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak

22 Juli 2026 - 13:02 WIB

DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak

22 Juli 2026 - 12:51 WIB

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran

22 Juli 2026 - 00:06 WIB

Satgas PRR Desak Pemda Tuntaskan Lahan Huntap

22 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di News