MATRASNEWS, BEKASI — Di sebuah ruang kelas seorang anak menyanyi. Teman-temannya menabuh alat musik sederhana. Guru mereka, Wening, tersenyum sambil memberi isyarat tempo. Pemandangan ini bukan pertunjukan biasa, melainkan bagian dari pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Patriot Kota Bekasi.
Sekolah ini menawarkan pendekatan berbeda dari kebanyakan institusi pendidikan. Fokusnya bukan semata capaian akademik, melainkan pengembangan potensi, keterampilan, dan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus.
Pendidikan yang Dimulai Sejak Dini
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus tersedia mulai jenjang pendidikan anak usia dini.
Wening, salah satu pendidik di SLB Patriot, mengampu pembelajaran seni tarik suara dan bermusik. Ia mendampingi siswa dengan penuh kasih sayang. Pendekatan ini membantu anak-anak mengekspresikan diri sekaligus melatih kepercayaan diri.
Keterampilan sebagai Bekal Masa Depan
Ketua DPC Repdem Kota Bekasi, Jeffry Hendratmo, menyatakan rasa bangganya terhadap layanan pendidikan di SLB Patriot. Ia menyoroti peran tenaga pendidik dalam mengembangkan program keterampilan, pembentukan karakter, serta persiapan peserta didik.
Menurut Jeffry, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus harus membekali mereka dengan keterampilan yang berguna setelah menyelesaikan pendidikan. Pengembangan keterampilan menjadi bagian penting agar peserta didik tidak hanya menguasai bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan yang menunjang kehidupan dan masa depannya.
Anak-anak kita tidak hanya mendapatkan pendidikan di dalam kelas, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Jeffry. “Kita ingin mereka memiliki kepercayaan diri, mampu berkarya.”
Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai
SLB Patriot Kota Bekasi menunjukkan satu potret pendidikan inklusif yang berjalan.
Di SLB Patriot, upaya kecil namun konsisten itu berjalan. Seorang anak bernyanyi, teman-temannya menabuh musik, dan seorang guru mendampingi dengan sabar. Di ruang sederhana itu, masa depan sedang dirajut, melainkan dengan keterampilan yang bisa mereka bawa pulang.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.