MATRASNEWS, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan biaya pendidikan pada satuan pendidikan negeri mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi harus gratis. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional di Jakarta International Convention Center, Jumat (18/9/2026).
Fondasi yang Sudah Ada
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menilai gagasan tersebut bukan hal mustahil. Ia menyebut sebagian fondasi telah dibangun sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono melalui kebijakan wajib belajar 12 tahun. “Bukan hal yang mustahil menjalankan pendidikan gratis karena lebih separuhnya sudah selesai dijalankan oleh SBY 20 tahun yang lalu,” kata Didik.
Langkah Berikutnya
Didik mendorong pemerintah memperluas cakupan menjadi wajib belajar 15 tahun. Menurutnya, sejumlah daerah telah menjalankan kebijakan serupa hingga jenjang SMA. “Gerakan baru Prabowo untuk pendidikan gratis sampai SMA sudah mutlak dijalankan,” ujarnya.
Tantangan Pendidikan Tinggi
Tantangan lebih besar berada pada jenjang perguruan tinggi negeri. Didik menyoroti praktik jalur mandiri yang membuka ruang komersialisasi. Ia mengusulkan penghentian jalur mandiri dan mengarahkan PTN menjadi research university dengan pembiayaan operasional 500 miliar hingga 1 triliun rupiah untuk PTN utama.
Relokasi Anggaran
Didik menilai pemerintah dapat memanfaatkan sebagian dari anggaran pendidikan nasional senilai 769 triliun rupiah. “Dengan mengambil sebagian kecil dari dana pendidikan, maka pendidikan gratis untuk PTN bisa dimulai,” katanya. Ia menegaskan semangat Presiden tersebut menjadi kesempatan mengembalikan anggaran pendidikan ke ranah konstitusional mencerdaskan bangsa.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.