Matrasnews.com – Gelandang Arema FC Dendi Santoso mengaku sengaja mendirikan sekolah sepak bola ini untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di dunia sepak bola. Menurut pemain asal Malang ini, ia ingin berbagi dengan para pesepak bola muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
“Saya membuka Dendi Santoso Soccer School ini karena pasti ingin membagi ilmu bermain sepak bola. Untuk anak-anak, yang harus membangun karier sepak bola sejak dini. Bukan karena akan berhenti bermain sepak bola,” kata Dendi, dalam rilis yang didapat redaksi Bola net.
Dendi sendiri memang tak sekadar memiliki pengalaman sebagai pemain di dunia sepak bola. Pemain berusia 31 tahun tersebut juga sudah meretas jalan di dunia kepelatihan.
Ia sudah mengikuti kursus kepelatihan Lisensi C AFC beberapa waktu lalu. Selain Dendi, kursus yang diampu Bambang Nurdiansyah dan Joko Susilo ini juga diikuti sejumlah pesepak bola yang masih aktif bermain lainnya.
Lebih lanjut, Dendi menyebut bahwa akademi sepak bola miliknya akan membidik kalangan grassroot. Mereka, sambung Dendi, akan mengajak talenta muda untuk mempersiapkan karier mereka di dunia sepak bola sejak dini.
“Saya mulai dari anak-anak usia 7-8 tahun, 9-10 tahun, dan sampai usia 12 tahun,” paparnya.
Menurut Dendi, dalam mengembangkan talenta muda ini, akademi sepak bola miliknya juga ditunjang dengan fasilitas premium. Salah satunya, mereka akan menggunakan lapangan berkualitas untuk berlatih.
Dendi menyebut, dengan lapangan, peralatan, dan materi yang bagus, pasti akan menghasilkan pemain sepak bola yang bagus juga.
Selain fasilitas, peralatan, dan materi kelas satu, Dendi menyebut bahwa akademi sepak bolanya juga memastikan bahwa peserta didiknya memiliki tekad kuat dalam meretas karier di sepak bola. Salah satu caranya, mereka akan menggelar seleksi bagi para calon peserta didik di akademi.
“Jadi, kami akan melihat benar-benar kualitasnya,” tuturnya.
“Namun, bukan berarti yang tidak bagus tidak direkrut. Kami akan lihat, kalau benar-benar niat dan memiliki impian, bisa dibangun di sini. Akan diajari mulai dari nol. Jadi tidak perlu khawatir, anaknya tidak bisa bermain bola terus takut seleksi. Kadang kan ada yang orang tua takut dulu,” Dendi memaparkan.
(*) matrasnews.com











