Proyek percontohan di Bekasi resmi dimulai, dihadiri jajaran menteri dan Danantara.
MATRASNEWS, BEKASI – Pemerintah secara resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/8). Groundbreaking yang berlangsung mulai pukul 09.45 WIB itu menjadi langkah awal dari strategi nasional percepatan penanganan darurat sampah melalui teknologi waste-to-energy.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan pembangunan PSEL di 40 kota besar dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari dapat rampung pada 2027-2028. “Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL. Dulu 11 tahun cuma dua izin yang keluar, sekarang kita rapikan melalui Perpres,” ujar Zulhas dalam sambutannya.
Pemerintah menargetkan 70-80 persen permasalahan sampah nasional selesai pada 2029 melalui kombinasi teknologi PSEL dan penguatan peran masyarakat. Proyeksi timbulan sampah Indonesia pada 2029 mencapai 146.780 ton per hari, sehingga diperlukan berbagai pendekatan teknologi berdasarkan karakteristik wilayah.
PSEL Bekasi yang berdiri di lahan 6 hektar di Kelurahan Ciketing Udik itu diproyeksikan mampu menuntaskan gunungan sampah di TPA Sumurbatu dalam dua tahun setelah beroperasi . Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut produksi sampah harian Kota Bekasi saat ini mencapai 1.800 ton.
Zulhas mengungkapkan PSEL secara keseluruhan baru mampu menyelesaikan sekitar 22 persen timbulan sampah nasional. Karena itu, pemerintah juga mendorong teknologi pirolisis yang berpotensi menangani 20 persen persoalan sampah lainnya.
Selain pembangunan fasilitas skala besar, pemerintah menekankan pentingnya pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. “Sisa 20 persennya itu masalah sampah rumah tangga. Regulasi daerah nanti mengatur agar rumah tangga dan permukiman wajib memilah sampah organik dan anorganik dari dapur,” tambah Zulhas.
Tanpa pemilahan, teknologi pengolahan tidak akan optimal. Pemilahan sejak sumber memungkinkan sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik bernilai ekonomi dapat didaur ulang.
Acara peresmian dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dan Kepala Staf TNI AD Maruli Simanjuntak.
Rangkaian acara juga disiarkan secara langsung melalui live streaming di detikcom. Keterlibatan TNI dalam program ini mendapat apresiasi Zulhas sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor mempercepat penyelesaian persoalan sampah.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.