Menu

Mode Gelap
Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar Stasiun Pengisian Daya BRT Bandung Mulai Dibangun, Hibah dari Korsel Krisis Lahan TPU Jatisari Kian Kritis, Dinas Perkimtan Kota Bekasi Siapkan Strategi Darurat Kejari Kota Bekasi Tahan Kabid Pasar Tersangka Pungli MCK Bantargebang ARYADUTA Menteng Gelar Pameran Pernikahan Eksklusif

Gaya Hidup Sehat

Kemenkes Berikan Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

badge-check

Kemenkes Berikan Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Perbesar

Matras News, Jakarta – Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kepada 42 kabupaten/kota.

Penghargaan itu atas keberhasilan mereka menghentikan praktik buang air besar sembarangan dan mendorong perilaku hidup sehat.

Penghargaan STBM 2024 terdiri atas tiga kategori: Paripurna, Madya, dan Pratama.  Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai penerima STBM Paripurna terbaik, diikuti Kabupaten Badung (Bali), Kota Metro (Lampung), dan Kota Tangerang (Banten). 

Untuk kategori STBM Madya, posisi terbaik pertama diraih Kota Surabaya (Jawa Timur). Kota Mojokerto (Jawa Timur) sebagai Madya terbaik II dan Kabupaten Sragen (Jawa Tengah) sebagai Madya terbaik III.

Kemudian, kategori STBM Pratama, peraih terbaik pertama diraih Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur). Kabupaten Aceh Tamiang (Aceh) sebagai pratama terbaik II dan Kota Palu (Sulawesi Tengah) sebagai pratama terbaik III.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menekankan, keberhasilan STBM hanya dapat dicapai melalui partisipasi aktif masyarakat dalam mengubah perilaku sanitasi. 

Menurut dia, sanitasi yang buruk telah menjadi akar berbagai wabah penyakit sepanjang sejarah, termasuk pandemi black death yang menewaskan jutaan orang.

“Penghargaan ini membuktikan, masyarakat Indonesia mampu menjadi bagian dari solusi dengan memperbaiki kebiasaan sanitasi,” kata Dante, pada Selasa 10 Desember 2024.  

Menurut Dante, program berbasis masyarakat seperti STBM menunjukkan efektivitas pendekatan promotif dan preventif dalam menekan angka penyakit akibat sanitasi buruk. Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam mendukung program ini.  

Baca Juga: Ciptakan Liburan Seru Nataru, Pelindo Sulap 2 Pelabuhan dengan Wajah Baru

“Kesehatan bukan sekadar tugas pemerintah. Kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya sanitasi menjadi fondasi untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat,” tutur Dante.  

Dante berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan kesehatan lingkungan yang lebih baik. 

Peran serta masyarakat dalam menjaga sanitasi yang baik penting untuk mencegah wabah penyakit. “Kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan sanitasi dan kesehatan lingkungan,” imbuh Dante.  

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf menambahkan, penghargaan STBM dan kedua penghargaan lain, POSS dan Pelabuhan serta bandar udara sehat diberikan melalui proses seleksi yang ketat. Tahapannya mencakup verifikasi dokumen, survei lapangan, dan pleno penetapan oleh tim lintas kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan.   

“Ini adalah langkah strategis dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat,” ungkap Anas.  

Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan program keamanan pangan/olahan siap saji yang diterima 10 kabupaten kota antara lain Rembang (Jawa Tengah), Sleman (DIY), Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur).

Sementara itu, Provinsi Papua Barat mendapatkan penghargaan pembina terbaik Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji (POSS) bsrsama dengan Jawa Tengah, yang  juga menerima penghargaan stop buang air besar sembarangan 100%.

Untuk penghargaan bandar udara dan pelabuhan sehat yang dilaksanakan melalui kerjasama Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan bertujuan mewujudkan pelabuhan dan bandar udara sehat secara berkelanjutan dengan menciptakan lingkungan bersih, aman, nyaman dan ramah bagi para pengguna jasa  transportasi.

Serta mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial guna pengurangan dampak lingkungan negatif dan upaya mencegah potensi risiko penyebaran guna peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan kerja. 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

RS Karunia Kasih Jatiwaringin Jaring Kesehatan Lansia Lewat Komunitas Sepeda

14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kota Bekasi Darurat HIV, Bekasi Utara Kasus Tertinggi

8 Juli 2026 - 02:54 WIB

Kota Bekasi Darurat HIV, Bekasi Utara Kasus Tertinggi

ASEAN4TB Symposium 2026 Perkuat Riset TB di Asia Tenggara

2 Juli 2026 - 16:56 WIB

BMHS Bangun Jembatan Penghubung RS Bunda Jakarta

13 Juni 2026 - 00:10 WIB

Kemenkes Dukung Penuh SKB Layanan Terpadu Perempuan dan Anak

6 Juni 2026 - 01:01 WIB

Trending di Gaya Hidup Sehat