Forum Ilmiah di FKUI Lahirkan Dukungan terhadap Pernyataan Sikap Bersama Penelitian Tuberkulosis
MATRASNEWS, JAKARTA – Sebanyak 250 akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, dan perwakilan pemerintah dari sembilan negara Asia Tenggara mengikuti Symposium ASEAN4TB Symposium 2026 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada 1–2 Juli 2026.
Pertemuan dua hari itu menghasilkan dukungan terhadap Pernyataan Sikap Bersama tentang Penelitian Tuberkulosis di Asia Tenggara atau Endorsement of the ASEAN4TB Joint Statement.
Komitmen tersebut menjadi landasan bagi percepatan eliminasi TB di kawasan yang masih menyumbang beban kasus tertinggi kedua di dunia.
Beban TB Asia Tenggara Masih Mengkhawatirkan
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2024 mencatat Indonesia memiliki sekitar 1,09 juta kasus TB dan menempati posisi kedua negara dengan beban TB tertinggi global. Filipina, Thailand, Vietnam, dan Myanmar juga termasuk dalam 30 negara dengan jumlah kasus TB terbanyak dunia. Angka itu menunjukkan bahwa penanganan TB di Asia Tenggara membutuhkan pendekatan kolektif lintas negara.
Selama ini penanggulangan TB sangat berfokus pada program nasional. Belum banyak integrasi di tingkat regional untuk penelitian kolaboratif,” ujar Prof. Nicholas Paton, MD., FRCP., anggota konsorsium ASEAN4TB, di sela-sela simposium.
ASEAN4TB hadir sebagai platform kolaborasi penelitian TB di Asia Tenggara yang diprakarsai fakultas kedokteran anggota ASEAN Medical Schools Network (AMSN) dengan dukungan ASEAN Research Collaborative Fund (ARCF). Universitas Indonesia menjadi penggerak utama inisiatif ini.
Empat Fokus Riset Utama Dikenalkan
Para peserta simposium menyepakati empat arah pengembangan riset TB yang menjadi implementasi awal dari pernyataan sikap bersama:
1. ACHIEVE-TB – memanfaatkan kecerdasan buatan dan inovasi digital untuk diagnosis serta layanan TB
2. CATCH-TB – penemuan kasus aktif pada kelompok sulit dijangkau
3. ANTERA – pengembangan regimen pengobatan lebih efektif, aman, dan singkat
4. ACE-TB – peningkatan deteksi serta tata laksana TB ekstraparu
Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, SpP(K), selaku ASEAN4TB Advisory Board, menegaskan bahwa konsorsium ini menjadi wadah penguatan jejaring di kawasan. “Konsorsium yang baru dibentuk ini diharapkan menjadi wadah bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat seluruh jejaring kerja sama dalam mewujudkan visi ASEAN4TB: One Region, One Goal: End TB,” ujarnya.












Komentar ditutup.