Menu

Mode Gelap
Menhan Sjafrie Tinjau Latsarmil Komcad ASN BP BUMN Jamin Santunan Cepat untuk Korban Kecelakaan KA KA JJ Mulai Hari Ini Beroperasi, Refund 13.027 Tiket Sudah Diproses AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif di Era Digital Ketua Umum IKBN Apresiasi Program Bacadnas Inspeksi Mendadak Ditjen Hubdat di Pool Xanh SM Bekasi

Hiburan

Kemenparekraf Dukung Festival Film Dokumenter 2025: Medium Strategis untuk Memperkuat Literasi Publik

badge-check


					Kemenparekraf Dukung Festival Film Dokumenter 2025: Medium Strategis untuk Memperkuat Literasi Publik Perbesar

MATRASNEWS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) mendukung penuh penyelenggaraan Festival Film Dokumenter (FFD) 2025. Sebagai salah satu festival dokumenter tertua dan paling konsisten di Indonesia, FFD dinilai sebagai medium strategis untuk memperkuat literasi publik dan menggerakkan ekonomi kreatif berbasis pengetahuan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan hal tersebut. “Dokumenter bukan sekadar karya audio-visual, tetapi arsip, refleksi, dan edukasi publik. Kementerian Ekraf melihat FFD sebagai ruang penting untuk memperkuat kompetensi kreator, membangun ekosistem berbasis data dan riset, serta membuka kolaborasi hexahelix,” kata Riefky dalam siaran pers resmi, Selasa (25/11).

FFD 2025 secara resmi dibuka pada 21 November 2025 di Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, dan akan berlangsung hingga 28 November 2025. Festival ini menampilkan rangkaian pemutaran film, diskusi, lokakarya, dan forum jejaring untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.

Sebelumnya, pada 22 Oktober 2025, Kemenparekraf/Bekraf telah menerima audiensi dari tim FFD. Pertemuan yang dipimpin Wakil Menteri Ekraf Irene Umar itu membahas tantangan utama pelaku dokumenter, seperti monetisasi, keberlanjutan finansial kreator, dan terbatasnya ruang pemutaran.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenparekraf/Bekraf, Agustini Rahayu, menyatakan bahwa festival dokumenter berperan penting dalam penguatan ekosistem perfilman nasional yang berkelanjutan. “FFD memberikan kontribusi fundamental dalam membangun kultur menonton yang kritis, memperluas distribusi pengetahuan, dan membuka ruang bagi sineas muda,” ujarnya.

Dukungan Kemenparekraf/Bekraf pada FFD 2025, yang memasuki edisi ke-24 ini, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem film nasional dari hulu ke hilir. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan ruang kreatif yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Cek Berita lain di Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

200 Talenta Tampil di Asia Arts Festival 2026

27 April 2026 - 00:50 WIB

Justin Bieber Comeback di Coachella 2026, Bawa Laptop dan Nostalgia

16 April 2026 - 00:01 WIB

Specteve Rilis Infinite Euphoria di Summarecon Mall Bekasi

10 April 2026 - 16:13 WIB

Perjalanan Organik Specteve dari Nyanyi Bareng hingga Panggung Raya

10 April 2026 - 15:47 WIB

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siap Digelar, Ini Lokasinya

12 Maret 2026 - 02:58 WIB

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siap Digelar, Ini Lokasinya
Trending di Hiburan