“Ini mungkin merupakan pemandangan yang biasa di pelabuhan yang sudah matang, tetapi bagi Patimban merupakan perkembangan penting. Artinya, aktivitas terminal mulai tumbuh dan infrastruktur yang tersedia semakin dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan operasional yang berkembang,” ujarnya.
Masuknya layanan ONE–Samudera memperluas pilihan konektivitas bagi pengguna jasa, khususnya industri di Jawa Barat dan kawasan hinterland Pelabuhan Patimban. Sebelumnya, Pelabuhan Patimban telah melayani sejumlah layanan peti kemas internasional dan domestik. Kehadiran layanan baru ini dinilai strategis mengingat Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi nadi pengembangan Kawasan Rebana yang mencakup Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Sumedang.
Kapasitas terminal peti kemas yang terus dikembangkan, dengan target mencapai 800.000 TEUs setelah seluruh peralatan bongkar muat tambahan beroperasi, menjadi daya tarik tersendiri. Saat ini, kapasitas pelabuhan masih sekitar 250.000 TEUs per tahun, namun pengembangan jangka panjang dirancang mencapai 7,5 juta TEUs per tahun. Keberadaan operator terminal PT Patimban Global Gateway Terminal yang melibatkan konsorsium global seperti Africa Global Logistics (AGL) dan Toyota Tsusho Corporation juga menjadi fondasi pengelolaan terminal jangka panjang.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.