Matras News – Masyarakat Jabodebek sebentar lagi akan memiliki tambahan alternatif transportasi terbaru yaitu LRT Jabodebek yang merupakan lintas rel kereta terpadu berdaya angkut kecil.
Light Rail Transit atau Lintas Rel Terpadu (LRT) ditargetkan akan beroperasi mulai pertengahan 2023 ini berbarengan dengan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Hingga saat ini, LRT Jabodebek sudah masuk dalam tahapan pengujian sistem tanpa masinis atau sistem driverless, sedangkan progres pembangunannya sudah mencapai 88,38 persen. Pembangunan infrastruktur LRT Jabodebek juga telah selesai. Pihak KAI sedang menguji LRT di lintas pelayanan satu, dua, tiga dan juga depo.
Sebelum diresmikan, ada baiknya kamu mengetahui fakta mengenai LRT Jabodebek ini mulai dari rute, tarif, jadwal operasi dan kapasitasnya.
1. Rute
LRT Jabodebek memiliki lintasan sepanjang 44 kilometer yang terdiri dari 18 titik pemberhentian atau biasa disebut dengan stasiun.
18 Stasiun LRT Jabodebek:
Stasiun Dukuh Atas
Setiabudi
Rasuna Said
Kuningan
Pancoran
Cikoko
Ciliwung
Cawang
TMII
Kampung Rambutan
Ciracas
Harjamukti
Halim
Jati Bening Baru
Cikunir I
Cikunir II
Bekasi Barat
Jati Mulya
Pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 terdiri dari sejumlah lintasan:
Lintas pelayanan rute Cawang-Cibubur sepanjang 14,8 kilometer, pembangunannya telah mencapai 93,8 persen.
Lintas pelayanan rute Cawang-Dukuh Atas dengan panjang 11 kilometer, pembangunannya saat ini mencapai 84,3 persen.
Lintas pelayanan rute Cawang-Bekasi Timur dengan panjang 18,4 kilometer, saat ini sudah mencapai 90,9 persen.
Selain gempa ketiga tersebut, saat ini juga tengah dibangun Depo LRT Jabodebek yang berlokasi di Bekasi Timur yang pembangunannya kini mencapai 44,1 persen.
2. Jadwal Operasi
LRT Jabodebek akan dioperasikan sebanyak 31 rangkaian (trainset) dan akan melayani masyarakat mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.27 WIB.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan LRT Jabodebek akan beroperasi mulai Juli 2023. Proyek pengerjaan infrastruktur LRT Jabodebek sudah hampir selesai, tinggal mematangkan sistem operasi kereta tanpa masinisnya saja.
LRT Jabodebek rata-rata akan melayani sebanyak 434 perjalanan KA setiap harinya dengan target awal pengguna jasa sebanyak 137.000 setiap harinya dan hadir setiap empat menit di Stasiun Dukuh Atas-Cawang, setiap 8 menit di Stasiun Jati Mulya-Cawang serta setiap 8 menit di Stasiun Harjamukti-Cawang.
3. Kapasitas
LRT Jabodebek dapat menampung hingga 700 penumpang dan rata-rata frekuensi kereta per hari sebanyak 400 perjalanan. Adapun setiap trainset rangkaian terdiri atas 6 gerbong dan mampu mengangkut mencapai 1.308 penumpang.
4. Tarif
Tarif LRT Jabodebek perkiraan tarif dasar LRT Jabodebek sekitar Rp12.000 sampai Rp15.000 per keberangkatan, dan akan ada tarif progresif juga 3-5 kilometer sesuai dengan stasiun yang akan dilewati. Sedangkan untuk tarif dengan jarak paling jauh, diusulkan Rp24.000 sampai dengan Rp25.000.
Sama halnya dengan KRL dan MRT, LRT Jabodebek juga menerapkan sistem cashless menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) Transportasi seperti KMT, Kartu Uang Elektronik ataupun dompet digital (e-wallet).
5. Kereta Tanpa Masinis
Kereta ini akan menggunakan sistem Communication Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3. Sistem CBTC adalah sistem pengoperasian kereta berbasis komunikasi, sehingga dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis dari pusat kendali operasi serta tanpa mesin.
Walaupun tidak ada masinis, petugas perjalanan yang disebut dengan Train Attendant tetap ada untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan dan jika dibutuhkan untuk penanganan dalam kondisi darurat.Kelebihan
LRT Jabodebek menggunakan sistem moving block yang memungkinkan kereta ini beroperasi lebih efektif, akan dipastikan waktu bergerak tepat dengan penjadwalan yang lebih sistematis. LRT juga mampu mempercepat waktu tunggu atau headway kurang dari 3 menit.
Selain itu, kelebihan lainnya didapatkan dari sistem teknologi GoA 3 yaitu seluruh operasi kereta dilakukan secara otomatis sehingga mengurangi potensi kecelakaan akibat kesalahan manusia, meningkatkan akurasi jadwal kereta dan dapat mengoptimalkan jadwal perjalanan. Jika suatu saat terjadi gangguan sarana atau prasarana, petugas petugas kereta akan mengambil alih pengoperasian kereta secara manual dengan kecepatan terbatas.
6. Pekerja LRT Mendapatkan Pelatihan di Malaysia
KAI berkolaborasi dengan prasarana Berhad Malaysia untuk menyiapkan sarana perkeretaapian otomatis dan pengendali otomatis LRT Jabodebek.
Prasarana Berhad Malaysia dipilih karena telah memiliki pengalaman dalam mengoperasikan kereta api otomatis yang menerapkan sistem Grade of Automation (GoA) sejak 1998.
Sebanyak 92 pekerja mengikuti pelatihan teori di Bandung kemudian dilanjutkan praktik di Malaysia. Pengoperasian LRT Jabodebek dipersiapkan dengan sebaik mungkin mulai dari sumber daya manusia yang berkualitas dan mengutamakan keselamatan.
7. Terintegrasi dengan Moda Transportasi Lain
Seluruh stasiun LRT Jabodebek terintegrasi dengan moda transportasi lain Seperti TransJakarta dan Jaklingko, Trans Patriot, KRL Komuter, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan Kereta Cepat Jakarta Bandung.
Dengan terintegrasi dengan moda transportasi lain dapat memudahkan masyarakat bermobilisasi ke tempat lain. Stasiun LRT tersebar di lokasi strategis mulai dari perumahan perumahan, dunia hingga kawasan bisnis.
Perlu diketahui, Kereta Cepat Jakarta Bandung dipersiapkan dengan moda transportasi massal lainnya di setiap titik pemberhentian yang terdiri dari empat stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.
8. Buatan Anak Bangsa
LRT dinilai lebih unggul ketimbang MRT secara teknologi. LRT mengandung 60 persen konten lokal, dibangun oleh perusahaan dalam negeri PT Inka (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero).
Selain itu, sarana LRT yang dibangun oleh perusahaan dalam negeri yaitu gabungan dari PT Industri Kereta Api (Inka) dengan PT LEN Industri (Persero), termasuk sistemnya yang membuat LRT memakan waktu lama.
LRT patut menjadi kebanggaan bagi kita semua. Semoga progresnya berjalan lancar dan kita bisa menikmati fasilitas serta berbagai keunggulan dari LRT Jabodebek. (*)











