Menu

Mode Gelap
Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara, Kinerja Moncer Berkat Transformasi Ketum KP3D: Pemkab Bekasi Lamban Tangani Longsor di CBL Misteri Kematian Dua Remaja di Mustikajaya, Empat Orang Diamankan Laba BSN Tembus Rp473 Miliar, Tumbuh 40,99% Lapas Bekasi Luncurkan Sistem Kunjungan Daring, Keluarga Tak Perlu Antre Menko Kumham Imipas Buka Ruang Dialog dengan BEM SI

Info Akademia

Mahasiswa Diharapkan Menjaga Gangguan Informasi Jelang Pilkada Serentak 2024

badge-check


					Mahasiswa Diharapkan Menjaga Gangguan Informasi Jelang Pilkada Serentak 2024 Perbesar

Matras News, Jakarta – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024, mahasiswa diingatkan agar terus menjaga ruang digital dengan meningkatkan kewaspadaan dari berbagai ancaman kekacauan informasi, termasuk hoaks, misinformasi, dan disinformasi.

Acara ini dihadiri perwakilan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Jurusan Jurnalistik.

“Seiring dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang makin dekat, kewaspadaan terhadap berbagai bentuk gangguan informasi perlu ditingkatkan,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, dalam keterangannya terkait TikTok Goes To Campus: Melawan Disinformasi di Pilkada 2024 di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat 20 September 2024. 

Budi Arie mengatakan, Kementerian Kominfo mengampanyekan pesan “Pilkada Damai Simbol Persatuan Bangsa”.

Lewat kampanye itu, Kementerian Kominfo fokus pada tiga isu utama yaitu peningkatan partisipasi pemilih; antisipasi isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA), netralitas dan menjaga ruang digital yang bersih; serta meningkatkan keyakinan terhadap demokrasi untuk kesejahteraan rakyat.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan cerdas dan bijak serta menolak narasi yang berkaitan dengan isu SARA dan kebencian.

Menjaga ruang digital agar tetap aman dan kondusif serta menyadari bahwa suara kita berharga untuk memelihara demokrasi,” tegasnya.

Menkominfo mewanti-wanti masyarakat agar senantiasa waspada terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi yang didorong oleh tiga elemen utama, yakni agen yang memproduksi informasi, pesan yang disebarkan, dan penerjemah atau audiens yang menafsirkan informasi tersebut. 

Di sisi lain, dia merasa bersyukur karena jumlah isu hoaks yang beredar terkait Pilkada Serentak 2024 relatif tidak banyak jika dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya.

Hal ini didasarkan data  temuan isu hoaks Pilkada pada 2019 hingga 2020 sebanyak 80 isu hoaks, turun menjadi delapan isu hoaks pada periode Januari 2023 hingga September 2024.

“Jumlah isu hoaks yang ditemukan menjelang 2024 relatif tidak banyak. Kondisi yang perlu terus kita kelola dan jaga, sehingga penyelenggaraan Pilkada 2024 tetap kondusif, damai, dan terkendali,” tutup Budi Arie Setiadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Optimisme Ekonomi Menguat di Tengah Perbaikan Fiskal dan Tekanan Global

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Dies Natalis ke-37 USNI: Saat Kampus Membaca Ulang Budaya Populer

14 Juni 2026 - 16:28 WIB

Dies Natalis ke-37 USNI: Saat Kampus Membaca Ulang Budaya Populer

Kepemimpinan Berlandaskan Nilai, Bima Arya Tekankan Pentingnya Mencicil Harapan

13 Juni 2026 - 01:00 WIB

Camat Rawalumbu Tuntaskan Pengaduan Ijazah Warga

12 Juni 2026 - 19:58 WIB

Ini Daftar 61 Sekolah Swasta Gratis di Kota Bekasi

12 Juni 2026 - 00:36 WIB

Ini Daftar 61 Sekolah Swasta Gratis di Kota Bekasi
Trending di Info Akademia