Menu

Breaking News

Info Akademia

Dies Natalis ke-37 USNI: Saat Kampus Membaca Ulang Budaya Populer

badge-check

FOTO: Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Perbesar

FOTO: Universitas Satya Negara Indonesia (USNI)


Bukan Sekadar Hiburan

MATRASNEWS, JAKARTA – Apa hubungan antara ruang kuliah, media sosial, musik, film, hingga budaya digital yang dikonsumsi generasi muda setiap hari? Pertanyaan itulah yang menjadi benang merah peringatan Dies Natalis ke-37 Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) tahun ini.

Mengusung tema “Academia dan Budaya Populer: Merawat Tradisi, Merayakan Pengetahuan”, USNI mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk melihat budaya populer bukan semata sebagai produk hiburan, melainkan sebagai fenomena sosial yang layak dibaca, dikaji, dan dipahami secara kritis.

Di era ketika informasi bergerak dalam hitungan detik dan batas antara ruang akademik dengan ruang publik semakin cair, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi penjaga tradisi keilmuan, tetapi juga mampu hadir dalam percakapan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ariel Juan F Sinaga, S.H., M.H.Ketua Pelaksana Dies Natalis USNI ke-37 memaparkan, Tema yang diangkat dalam Dies Natalis ke-37 ini berangkat dari kesadaran bahwa pengetahuan tidak selalu lahir dari ruang kelas atau jurnal ilmiah. Ia juga tumbuh melalui pengalaman sosial, budaya digital, karya kreatif, hingga berbagai ekspresi populer yang membentuk cara pandang generasi masa kini.

“Bagi perguruan tinggi, tantangannya bukan memilih antara tradisi akademik atau budaya populer, melainkan bagaimana keduanya dapat saling memperkaya,” demikian semangat yang diusung dalam peringatan tahun ini.

Selama hampir empat dekade, USNI telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan tinggi di Indonesia. Dalam kurun waktu tersebut, perubahan sosial berlangsung begitu cepat. Teknologi digital mengubah pola belajar, industri kreatif berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru, sementara generasi muda membangun identitasnya melalui berbagai medium yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Di tengah perubahan tersebut, kampus memiliki peran penting untuk menjaga nalar kritis agar tetap hidup. Tradisi akademik yang menjunjung riset, argumentasi, dan pencarian kebenaran tetap menjadi fondasi utama. Namun pada saat yang sama, perguruan tinggi juga perlu membuka ruang dialog dengan berbagai bentuk pengetahuan yang berkembang di masyarakat.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Reformasi Pendidikan Tinggi dan Urgensi Dana Abadi untuk PTS

30 Jul 2026 - 01:19 WIB

Reformasi Pendidikan Tinggi dan Urgensi Dana Abadi untuk PTS

BMPS Jamin Sekolah Swasta di Kota Bekasi Gratis Hinga Lulus

28 Jul 2026 - 02:58 WIB

BMPS Jamin Sekolah Swasta di Kota Bekasi Gratis Hinga Lulus

Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

24 Jul 2026 - 02:28 WIB

Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

Wagub Rano Karno Dorong Ruang Publik Inklusif di Tengah Tantangan Reformasi

22 Jul 2026 - 00:04 WIB

Wagub Rano Karno Dorong Ruang Publik Inklusif di Tengah Tantangan Reformasi

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI

21 Jul 2026 - 00:05 WIB

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI
Trending di Info Akademia