Menu

Mode Gelap
Buka Puasa dengan Nuansa Tradisi di Horison Iswara Bekasi Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Masyarakat Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang 5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT

Bisnis

Mendag Ajak UMKM Bali Manfaatkan Program UMKM BISA Ekspor untuk Genjot Ekspor

badge-check


					Mendag Ajak UMKM Bali Manfaatkan Program UMKM BISA Ekspor untuk Genjot Ekspor Perbesar

MatrasNews, Denpasar – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali untuk aktif memanfaatkan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) guna memaksimalkan potensi ekspor produk unggulan daerah.

Ajakan ini disampaikan dalam dialog bersama 30 pelaku UMKM binaan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI), Indonesia Design Development Center (IDDC), dan Export Center Surabaya di Denpasar, Selasa (29/7).
“Produk UMKM Bali sangat berpotensi ekspor.

Namun, perlu penguatan standardisasi, kualitas, kemasan, dan manajemen ekspor. Program ini hadir untuk membantu,” tegas Mendag Budi.

Mendag menjelaskan, program UMKM BISA Ekspor fokus pada peningkatan kapasitas produk (resource-based) dan strategi pemasaran (market-based). Kemendag juga memfasilitasi business matching melalui 46 perwakilan perdagangan di 33 negara, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Hingga semester I-2025, program ini telah memfasilitasi:
• 356 kegiatan business matching
• 241 sesi pitching bisnis
• 609 UMKM terlibat dengan nilai transaksi USD 87,04 juta (Rp1,3 triliun).

“Kami ingin kontribusi UMKM Bali meningkat, terutama di sektor perhiasan perak yang punya pasar kuat di AS, Eropa, dan Singapura,” ujar Budi.

Perwakilan CV Gangga Sukta (binaan IDDC) mengapresiasi dukungan desain dan kemasan yang membantu penyesuaian produk untuk pasar global.

Sementara PT Bali Sustainable Seafood (binaan Export Center Surabaya) menyatakan program ini memperluas jaringan dan kapasitas ekspor mereka.

Usai dialog, Mendag mengunjungi PT Karya Tangan Indah (John Hardy), produsen perhiasan perak ternama.
Bali merupakan pengekspor perhiasan perak terbesar kedua di Indonesia (30,93% share nasional), dengan tujuan utama AS (USD 16,5 juta), Singapura (USD 6,7 juta), dan Jerman (USD 6,7 juta). “Sinergi pemerintah dan pelaku usaha kunci perluas akses pasar global,” pungkas Budi.

Permintaan perhiasan perak dunia diprediksi capai USD 38–40 miliar di 2024, dengan pertumbuhan 4,6–5% per tahun. Dengan ratifikasi IEU-CEPA, produk Indonesia berpeluang masuk Eropa dengan tarif 0%.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gaya Hidup Jalan dan Uang Tetap Aman Jadi Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026

16 Februari 2026 - 02:15 WIB

Gaya Hidup Jalan dan Uang Tetap Aman Jadi Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026

PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong Untuk Hadirkan Solusi Energi Rendah Emisi Berbasis Panas Bumi

16 Februari 2026 - 02:00 WIB

PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong Untuk Hadirkan Solusi Energi Rendah Emisi Berbasis Panas Bumi

DANA Jadi Representasi Industri Teknologi Finansial Indonesia di Panggung Global

13 Februari 2026 - 00:02 WIB

DANA Jadi Representasi Industri Teknologi Finansial Indonesia di Panggung Global

Sasa Bumbu Kaldu Dukung Pengusaha Basreng Naik Kelas dengan Program Sasa Food Service Solution

12 Februari 2026 - 00:03 WIB

Sasa Bumbu Kaldu Dukung Pengusaha Basreng Naik Kelas dengan Program Sasa Food Service Solution

Run Fam & Splash Imlek Festival 2026 di WaterBoom Lippo Cikarang

10 Februari 2026 - 03:00 WIB

Run Fam & Splash Imlek Festival 2026 di WaterBoom Lippo Cikarang
Trending di Bisnis
error: Matras News