Menu

Mode Gelap
Duta Besar UEA: 85% Rudal Iran Bidik Negara Teluk TKA di SKH YKDW 2 Tangerang Sukses, 100% Siswa Disabilitas Pendengaran Berpartisipasi Special Olympics Indonesia Atlet Disabilitas dapat Dukungan Pemerintah Ini Daftar Nama 12 Pejabat Dilantik Menteri Tenaga Kerja Kemenhub Percepat Transportasi Wisata Bali, Water Taxi hingga Dermaga Baru Kementerian Ekraf dan The Dharmawangsa Jakarta Rayakan Paskah

Bisnis

Mendag Ajak UMKM Bali Manfaatkan Program UMKM BISA Ekspor untuk Genjot Ekspor

badge-check


					Mendag Ajak UMKM Bali Manfaatkan Program UMKM BISA Ekspor untuk Genjot Ekspor Perbesar

MatrasNews, Denpasar – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali untuk aktif memanfaatkan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) guna memaksimalkan potensi ekspor produk unggulan daerah.

Ajakan ini disampaikan dalam dialog bersama 30 pelaku UMKM binaan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI), Indonesia Design Development Center (IDDC), dan Export Center Surabaya di Denpasar, Selasa (29/7).
“Produk UMKM Bali sangat berpotensi ekspor.

Namun, perlu penguatan standardisasi, kualitas, kemasan, dan manajemen ekspor. Program ini hadir untuk membantu,” tegas Mendag Budi.

Mendag menjelaskan, program UMKM BISA Ekspor fokus pada peningkatan kapasitas produk (resource-based) dan strategi pemasaran (market-based). Kemendag juga memfasilitasi business matching melalui 46 perwakilan perdagangan di 33 negara, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Hingga semester I-2025, program ini telah memfasilitasi:
• 356 kegiatan business matching
• 241 sesi pitching bisnis
• 609 UMKM terlibat dengan nilai transaksi USD 87,04 juta (Rp1,3 triliun).

“Kami ingin kontribusi UMKM Bali meningkat, terutama di sektor perhiasan perak yang punya pasar kuat di AS, Eropa, dan Singapura,” ujar Budi.

Perwakilan CV Gangga Sukta (binaan IDDC) mengapresiasi dukungan desain dan kemasan yang membantu penyesuaian produk untuk pasar global.

Sementara PT Bali Sustainable Seafood (binaan Export Center Surabaya) menyatakan program ini memperluas jaringan dan kapasitas ekspor mereka.

Usai dialog, Mendag mengunjungi PT Karya Tangan Indah (John Hardy), produsen perhiasan perak ternama.
Bali merupakan pengekspor perhiasan perak terbesar kedua di Indonesia (30,93% share nasional), dengan tujuan utama AS (USD 16,5 juta), Singapura (USD 6,7 juta), dan Jerman (USD 6,7 juta). “Sinergi pemerintah dan pelaku usaha kunci perluas akses pasar global,” pungkas Budi.

Permintaan perhiasan perak dunia diprediksi capai USD 38–40 miliar di 2024, dengan pertumbuhan 4,6–5% per tahun. Dengan ratifikasi IEU-CEPA, produk Indonesia berpeluang masuk Eropa dengan tarif 0%.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%

7 April 2026 - 00:08 WIB

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%

Operasional Taman Safari Group Fasilitas Prima, Layanan Optimal

27 Maret 2026 - 00:06 WIB

Operasional Taman Safari Bali Fasilitas Prima, Layanan Optimal

Indonesia Perkuat Strategi Ekspor Tuna Lewat Seminar di SENA 2026

27 Maret 2026 - 00:03 WIB

Indonesia Perkuat Strategi Ekspor Tuna Lewat Seminar di SENA 2026

Harga Emas Dunia Alami Koreksi Mingguan Terbesar dalam Sejarah

24 Maret 2026 - 09:10 WIB

Adira Finance Kembali Hadirkan Program KURMA 2026

24 Maret 2026 - 08:36 WIB

Trending di Bisnis