Menu

Mode Gelap
Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Idulfitri, Stok BBM Aman Pekan Depan Kendaraan Truk Terkena Pembatasan di Ruas Tol dan Jalan Arteri Pemprov DKI Gelontorkan Rp1,62 Triliun untuk KJP Plus Tahap I 2026 Update Pencarian Longsor TPA Bantargebang: Korban Meninggal Jadi Enam Orang, Satu Masih Hilang Swiss-Belresidences Kalibata Rilis Promo Lebaran Rayakan Idul Fitri Bersama BWH Hotels Indonesia

News

Mengapa Guncangan Gempa Cianjur Begitu Dahsyat

badge-check


					Mengapa Guncangan Gempa Cianjur Begitu Dahsyat Perbesar

Matras News, Jakarta – Ahli mengungkap kondisi tanah di Cianjur terbilang rapuh hingga rawan guncangan meski kekuatan gempa tidak besar. Permukiman pun kebanyakan tak tahan gempa. Kombinasi itu diduga menjadi penyebab banyaknya kerusakan dan korban jiwa.

Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan, morfologi wilayah pusat gempa di Cianjur pada umumnya berupa dataran bergelombang, perbukitan bergelombang hingga terjal yang terletak di sebelah tenggara gunung Gede.

Wilayah tersebut secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunung api muda, dan aluvial sungai. Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut juga telah mengalami pelapukan..

Sementara BMKG menyebut, bencana gempa bumi di Cianjur ini berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah, dan likuefaksi.

Menurut BMKG, wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, dan Purwakarta merupakan daerah jalur gempa karena memiliki banyak sesar, di antaranya sesar Cimandiri, sesar Lembang, dan sesar-sesar minor lainnya.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, skala gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11) sebenarnya tidak terlalu besar. Namun, gempa bermagnitudo 5,6 itu menimbulkan kerusakan parah karena berjenis tektonik kerak dangkal. Selain itu, struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa, “jelasnya.

Dampak Gempa mengakibatkan Meninggal 231 jiwa, saat ini ada 73.874 orang yang mengungsi pascagempa. Rinciannya, 33.713 pengungsi laki-laki dan 40.161 pengungsi wanita. Penyandang disabilitas ada 92 orang, ibu hamil ada 1.207 orang,

Satgas gabungan juga berhasil mengidentifikasi titik-titik pengungsian. mengatakan ada 183 pengungsian terpusat dengan kekuatan di atas 25 orang, Ada 142 titik pengungsian mandiri, artinya masyarakat yang mendirikan pengungsian dengan kekuatan di bawah 25 orang.

(red)

Baca Lainnya

Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Idulfitri, Stok BBM Aman

10 Maret 2026 - 03:03 WIB

Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Idulfitri, Stok BBM Aman

Pekan Depan Kendaraan Truk Terkena Pembatasan di Ruas Tol dan Jalan Arteri

10 Maret 2026 - 02:29 WIB

Pekan Depan Kendaraan Truk Terkena Pembatasan di Ruas Tol dan Jalan Arteri

Update Pencarian Longsor TPA Bantargebang: Korban Meninggal Jadi Enam Orang, Satu Masih Hilang

10 Maret 2026 - 01:51 WIB

Update Pencarian Longsor TPA Bantargebang Korban Meninggal Jadi Enam Orang, Satu Masih Hilang

Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru

9 Maret 2026 - 01:28 WIB

Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin”

9 Maret 2026 - 01:05 WIB

Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin
Trending di News