BNPB catat peningkatan bencana hidrometeorologi kering dalam dua hari terakhir; puluhan ribu liter air didistribusikan ke wilayah terdampak.
MATRASNEWS, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah laporan kejadian bencana selama periode Rabu (5/8) hingga Kamis (6/8) pukul 07.00 WIB. Data menunjukkan peningkatan signifikan kejadian kekeringan dan kebakaran lahan yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem selama musim kemarau.
Krisis Air Melanda Jawa Tengah dan Jawa Timur
Krisis air bersih menjadi bencana paling masif. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kekeringan melanda tiga kecamatan: Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk. Tercatat 741 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama instansi terkait mendistribusikan 40.000 liter air pada Rabu (5/8).
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sebanyak 10 kecamatan terdampak penurunan debit sumber air. BPBD Cilacap menyalurkan 28.000 liter air bersih ke sejumlah titik pada hari yang sama.
Di Kabupaten Purworejo, 107 KK dari empat kecamatan Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang juga merasakan dampak kemarau. BPBD mendistribusikan 30.000 liter air ke desa-desa terdampak. Sementara di Kabupaten Sragen, 448 KK menerima bantuan 41.000 liter air bersih.
Jawa Barat juga tak luput. Sebanyak 65 KK di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, menerima suplai 5.000 liter air dari BPBD setempat.










