Advertisement Section
Header AD Image
Naturalisasi

Naturalisasi Untuk Membela Timnas Indonesia

Matras.com, Jakarta – Piala Menpora 2021 jadi momentum naturalisasi terbaik dalam perjalanan karier sepak bola seorang Marc Klok Bersama Persija Jakarta, ia meraih trofi juara sekaligus menjadi pemain terbaik di ajang pramusim itu.

Berkat suksesnya ini pula, namanya masuk dalam daftar 34 pemain Timnas Indonesia pilihan Shin Tae-yong yang diproyeksikan menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2002 dan SEA Games 2021 Vietnam.

Bagi Marc Klok, pemanggilan ini merupakan buah perjalanan panjangnya di sepak bola yang dimulai ketika bergabung di klub Liga 2 Belanda, Jong Utrecht pada 2011-2013. Setelah itu, Ia meninggalkan Belanda menuju Skotlandia untuk memperkuat Ross County, klub Liga Utama negara itu.

Di Ross County, Marc Klok hanya bermain selama satu musim. Ia kemudian berpindah ke Bulgaria dengan berkostum Cherno More. Di klub ini, Marc mendapatkan menit bermain lebih banyak dibandingkan dengan ketika membela Ross County.

Pengalaman bertanding yang membuat kemampuannya sebagai gelandang tengah semakin berkembang. Bersama Cherno More, ia meraih trofi juara Piala Bulgaria dan Piala Super Bulgaria.

Dua musim bersama Cherno More, Marc kembali ke Skotlandia untuk bergabung dengan Oldham Athletic pada 13 Juli 2016. Bersama Oldham, Marc tercatat bermain dalam 10 partai di musim 2016-2017.

Setelah itu, ia hengkang ke Dundee. Marc hanya tampil dua kali bersama Dundee sebelum agennya menawarinya bergabung dengan PSM Makassar yang berkompetisi di Liga 1 2017.

Pengalaman bermain di Belanda, Skotlandia dan Bulgaria jadi modal Marc Klok untuk berkiprah di Indonesia pada usianya yang belum genap 24 tahun. Ia pun menjadi pemain sentral di PSM bersama rekan senegaranya, Wiljan Pluim.

Pada musim pertamanya, ia membawa PSM bertengger di peringkat tiga klasemen dan naik satu tingkat menjadi runner-up pada Liga 1 2018. Puncaknya, Marc membawa Juku Eja meraih trofi juara Piala Indonesia 2018-2019.

Budaya dan alam Indonesia membuat Marc jatuh cinta dan berniat mengubah status kewarnanegaraannya. Setelah menjalani proses yang panjang, Marc akhirnya resmi berstatus warga negara Indonesia pada 12 November 2020.

“Saya mencintai Indonesia dan sepak bolanya. Menjadi WNI merupakan jalan pembuka buat saya untuk menjadi pemain timnas Indonesia,” ujar Marc yang menerima pinangan Persija Jakarta jelang Liga 1 2020 silam.