Menteri Airlangga menyatakan momentum ini penting untuk menjaga kepercayaan investor. “Saya apresiasi reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel dan berdaya saing,” ujarnya. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menambahkan, reformasi diharapkan menjadikan pasar modal sebagai katalis pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam dan kredibel.
Dalam perayaan HUT ke-49, BEI resmi meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk investasi baru. “ETF Emas menjadi salah satu quick win dari delapan rencana aksi pendalaman pasar, menawarkan investasi praktis, likuid, dan sesuai prinsip syariah,” jelas Friderica. Peluncuran ini melibatkan lima manajer investasi dengan total Nilai Aktiva Bersih awal sekitar Rp21,68 miliar.
Hingga 7 Agustus 2026, realisasi penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat Rp123,21 triliun dari 135 aksi korporasi, dengan jumlah emiten melampaui 962 perusahaan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menambahkan, jumlah investor didominasi generasi di bawah 40 tahun (78 persen). “Capaian ini menunjukkan pertumbuhan dari sisi kemampuan menghimpun dana dan perluasan basis investor,” ujarnya.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.