Menu

Mode Gelap
BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar BYD dan VinFast Rekrut 616 Tenaga Kerja Asal Subang Zulkifli Hasan Sosialisasi Program Nasional di SMAN 5 Kota Bekasi Pemerintah Rekrut 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus BUMN Kontrak Jangan Boros untuk Pesta Nikah, Beli Rumah Lebih Prioritas Justin Bieber Comeback di Coachella 2026, Bawa Laptop dan Nostalgia

Info Akademia

Paramadina Sukses Gelar Konferensi Internasional, Bahas Masa Depan Demokrasi dan Perdamaian Global

badge-check


					Paramadina Sukses Gelar Konferensi Internasional, Bahas Masa Depan Demokrasi dan Perdamaian Global Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Universitas Paramadina berhasil menyelenggarakan International Conference on Democracy, Prosperity, Sustainability, and Peace: Problems and Prospects di Kampus Cipayung, Jakarta Timur.

Konferensi dua hari itu menghimpun akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dari dalam dan luar negeri untuk mendiskusikan tantangan global serta merumuskan sejumlah solusi.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi akademik, melainkan juga upaya nyata mencari solusi menghadapi persoalan global.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu untuk mewujudkan masa depan yang demokratis, makmur, berkelanjutan, dan damai.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Paramadina, Dr. Sunaryo, menyatakan konferensi ini menjadi bukti kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global. “Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang serius, tetapi juga penuh harapan,” ujarnya.

Konferensi menghadirkan sejumlah pakar ternama, di antaranya:

  • Prof. Dr. Iin Mayasari (Universitas Paramadina)
  • Prof. Benjamin Gregg (University of Texas, AS)
  • Greg Barton (Deakin University, Australia)
  • Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi (Universitas Pertahanan RI)

Prof. Susmita Sen Gupta (North-Eastern Hill University, India)

Pembahasan berlanjut dalam tujuh sesi paralel yang mendalami isu demokrasi, keadilan, dan pembangunan berkelanjutan.

Hari kedua konferensi diisi dengan diskusi bertema “Democracy and Decolonizing Theories” serta peluncuran buku kawasan Asia Pasifik.

Konferensi internasional ini disponsori oleh Bank Central Asia (BCA), Universitas Pertahanan RI, dan Bursa Efek Indonesia.

Kegiatan ini menegaskan peran Universitas Paramadina sebagai pusat pemikiran kritis dan dialog strategis, sekaligus menunjukkan komitmen akademisi Indonesia dalam berkontribusi pada perdebatan global.

Baca Lainnya

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Anies Baswedan: Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi pada Kecakapan Teknis

13 April 2026 - 01:17 WIB

Anies Baswedan Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi Pada Kecakapan Teknis

AYIMUN 2026 Digelar di Kota Bekasi, Semangat Kolaborasi dan Kepemudaan

13 April 2026 - 01:14 WIB

AYIMUN 2026 Digelar di Kota Bekasi, Semangat Kolaborasi dan Kepemudaan

SMAN 1 Klaten Wakili Jateng di LCC MPR Tingkat Nasional

13 April 2026 - 00:38 WIB

Hasil Sementara TKA SMP: Mirip dengan SMA, Numerasi Jadi Sorotan

13 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia