Menu

Mode Gelap
Pesawat ATR 42-400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Dekat Maros Warung Tekko Kalibata Hadirkan Nuansa Baru Kuliner Pelatih John Herdman Coret Jay Idzes untuk Piala AFF 2026 Bali Zoo Akhiri Atraksi Tunggang Gajah, Beralih ke Konservasi Edukatif Rano Karno Ungkap Minat Komunitas Madura untuk Bongkar Tiang Monorel Motor Trail Listrik Talaria Komodo Paling Buas Resmi Meluncur

News

Pemudik Diimbau Pantau Cuaca Sebelum Berangkat, Ini Kata BMKG


					Pemudik Diimbau Pantau Cuaca Sebelum Berangkat, Ini Kata BMKG Perbesar

Matras News, Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik untuk selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, meskipun curah hujan secara umum mulai menurun,

Dwikorita menekankan bahwa keselamatan perjalanan mudik sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian utama bagi para pemudik.

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum memulai perjalanan.

Majalah Matras scaled

“Cuaca hujan memang mulai menurun secara umum. Akhir April ini, sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau. Namun, selama masa transisi ini, cuaca ekstrem dapat terjadi secara insidental, meskipun dalam durasi yang relatif singkat,” kata Dwikorita Karnawati, usai menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementerian Perhubungan, Jakarta pada, Jumat 21 Maret 2025.

Meskipun cuaca ekstrem yang berlangsung kurang dari satu jam, Dwikorita menjelaskan, jika ini terjadi di tempat keramaian, dapat membahayakan.

Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk secara berkala memantau informasi cuaca melalui kanal-kanal resmi pemerintah.

“Untuk cuaca ekstrem yang insidental, sebenarnya bisa diperkirakan tiga hari hingga tiga jam sebelumnya. Kami mohon seluruh pemudik untuk terus memonitor perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui berbagai kanal, terutama dari aplikasi mobile BMKG yang menyediakan informasi cuaca untuk jalur darat,” katanya.

Menurutnya, di aplikasi mobile tersebut, para pemudik dapat memantau kondisi cuaca di jalur yang akan dilalui.

“Kita akan mengetahui awan gelap di titik dan zona mana. Jika titik tersebut berpotensi mengalami cuaca ekstrem, pemudik bisa menghindari atau menunggu hingga cuaca ekstrem tersebut berlalu,” terangnya.

Baca Lainnya

Pesawat ATR 42-400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Dekat Maros

17 Januari 2026 - 18:48 WIB

1768650187702

Bali Zoo Akhiri Atraksi Tunggang Gajah, Beralih ke Konservasi Edukatif

17 Januari 2026 - 04:59 WIB

1768600478149 copy 932x879

Rano Karno Ungkap Minat Komunitas Madura untuk Bongkar Tiang Monorel

17 Januari 2026 - 04:44 WIB

PicMa 1550567 1768599679186 copy 1424x820

Perempuan Cakap Digital Kunci Penguatan Ekonomi dan Perlindungan Anak

16 Januari 2026 - 01:26 WIB

Perempuan Cakap Digital Kunci Penguatan Ekonomi dan Perlindungan Anak

Kemendagri Tegaskan Kolaborasi Lintas Daerah Kunci Atasi Kompleksitas Persoalan Sampah

16 Januari 2026 - 01:23 WIB

Kemendagri Tegaskan Kolaborasi Lintas Daerah Kunci Atasi Kompleksitas Persoalan Sampah 1
Trending di News
error: Matras News
Majalah Matras