Menu

Mode Gelap
Kepemimpinan Berlandaskan Nilai, Bima Arya Tekankan Pentingnya Mencicil Harapan Libur Sekolah Bersama Properti Bintang Lima Eminence Global Sahid Arkopilago Hadir, Ragam Minuman Temani Santai BMHS Bangun Jembatan Penghubung RS Bunda Jakarta Rangkaian Kegiatan HPN Bekasi Raya 2026 Pullman Jakarta Central Park Kokohkan Status Hotel MICE Premium

News

Perluas Akses dan Tekan Kesalahan, Bappenas Dorong Transformasi Digital Penyaluran Bansos

badge-check


					Perluas Akses dan Tekan Kesalahan, Bappenas Dorong Transformasi Digital Penyaluran Bansos Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas terus mendorong peningkatan kualitas layanan publik, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Hal ini ditegaskan oleh Perencana Ahli Utama Bappenas, Tubagus A. Choesni, dalam sebuah kegiatan di Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).

“Kami mengucapkan terima kasih karena sejak awal pertemuan hingga hari ini, terlihat komitmen dari semua pihak untuk terus meningkatkan layanan publik. Kita ditugaskan untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Tubagus.

Ia menyoroti penerapan sistem baru yang mendorong keterlibatan langsung Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terutama dalam validasi dan pengisian data. Sistem ini melibatkan agen layanan, mirip dengan layanan perbankan ‘Laku Pandai’, yang memungkinkan KPM mengisi data secara mandiri dengan dukungan teknologi seperti pengenalan wajah (face recognition).

“Dulu tidak ada agen bansos, sekarang ada sistem baru. Para KPM akan mengisi data secara mandiri,” jelasnya.

Tubagus menekankan, transparansi dan akurasi data krusial untuk mencegah konflik di lapangan. Dengan sistem baru, tanggung jawab pengisian data mulai dialihkan langsung kepada KPM. “Jika tidak transparan, KPM bisa saja menuduh pendamping PKH melakukan kesalahan, padahal sumber masalahnya adalah data,” tegasnya.

Ia mengakui sistem ini masih dalam tahap penyempurnaan, mengibaratkannya seperti “berlayar sambil memperbaiki kapal”. Namun, berbagai masukan dari masyarakat, termasuk dari Banyuwangi, telah diintegrasikan untuk perbaikan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Tubagus juga menyoroti pentingnya menekan dua jenis kesalahan penyaluran: exclusion error (warga layak tidak menerima) dan inclusion error (warga tidak layak menerima). Peran aktif kader Dasawisma dan pendamping PKH dalam pendataan yang tepat dinilai vital.

“Masih banyak warga miskin yang enggan menerima bantuan karena merasa tidak pantas, padahal mereka berhak. Sebaliknya, ada pula yang tidak layak tapi tetap menerima,” paparnya.

Tubagus berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk KPM dan petugas lapangan, terus berkomunikasi dan memahami sistem baru ini guna mewujudkan penyaluran bansos yang adil dan bertanggung jawab.

“Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas semua dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak,” pungkasnya.

 

Cek Berita lain di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respons Cepat Laporan Warga, Camat Jatiasih Pimpin Aksi ‘Jumat Tali Kasih

12 Juni 2026 - 12:42 WIB

Kebakaran Landa Rumah di Aren Jaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

12 Juni 2026 - 12:24 WIB

Dengar Keluhan Warga, Yenny Dorong Normalisasi Kali Beringin

12 Juni 2026 - 00:35 WIB

Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Pasar Kranji Baru

12 Juni 2026 - 00:34 WIB

Rizki Topananda Kembali Ditunjuk Pimpin DPC PKB Kota Bekasi

11 Juni 2026 - 18:29 WIB

Rizki Topananda Kembali Ditunjuk Pimpin DPC PKB Kota Bekasi
Trending di News